Hati- Hati, Bleaching dan Peroxide Ternyata Bisa Merusak Rambut

Hati- Hati,  Bleaching dan Peroxide Ternyata Bisa Merusak Rambut

Mewarnai rambut sendiri di rumah bisa tetap aman asal bond structure rambut terlindungi sejak awal proses.-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta - Pewarnaan rambut kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Mulai dari sekadar highlight hingga perubahan warna total. Namun di balik hasil warna yang menarik, terdapat proses kimia yang dapat mengubah struktur alami rambut.

Seperti dikutip dari laman harian disway, salah satu tahap utama dalam pewarnaan permanen adalah bleaching. Atau pemutihan rambut sebelum warna baru diaplikasikan. Proses tersebut biasanya menggunakan bahan kimia. Seperti hydrogen peroxide dan amonia. Gunanya untuk menghilangkan pigmen alami rambut. 

BACA JUGA:Inilah Cara Memilih Deterjen untuk Cuci Pakaian Dalam

Dilansir India Tv, menurut pakar kesehatan Dr Harinder K. Arya, bahan-bahan tersebut bekerja dengan membuka kutikula rambut. Sehingga pigmen warna buatan dapat masuk ke dalam batang rambut. Namun, proses itu juga dapat melemahkan ikatan protein rambut. Kemudian menghilangkan kelembaban alaminya. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah kering, rapuh, dan patah.

Bahan hydrogen peroxide diketahui berfungsi menghancurkan melanin alami. Melanin tersebut memberi warna pada rambut. Sementara amonia membantu batang rambut mengembang agar warna lebih mudah meresap. Kombinasi kedua bahan tersebut memang efektif menghasilkan warna cerah. Tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah rambut. 

Ada beberapa dampak yang umum terjadi. Antara lain rambut kusut, kasar, bercabang, hingga kehilangan kelembaban alami. Tak hanya rambut. Kulit kepala juga dapat terdampak oleh paparan bahan kimia tersebut. Penggunaan pewarna rambut dengan kandungan keras secara terus-menerus dapat menyebabkan iritasi, kulit kepala kering, hingga sensitivitas berlebih.

Untuk  beberapa kasus, kondisi itu juga dapat mengganggu fungsi alami kulit kepala. Hingga memengaruhi pertumbuhan rambut.

Dr Arya menilai banyak orang hanya fokus pada hasil akhir warna rambut. Tanpa memperhatikan kandungan bahan yang digunakan.  Padahal, memahami label komposisi produk sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan. Ia menyarankan masyarakat mulai lebih selektif dalam memilih produk pewarna rambut. Terutama dengan menghindari kandungan hydrogen peroxide, amonia, dan PPD dalam kadar tinggi.

Sekarang ini, industri kecantikan juga mulai bergerak menuju produk pewarna rambut yang lebih aman dan ramah bagi kesehatan rambut. Produk berbahan herbal dan organik tanpa bleaching keras semakin diminati konsumen. Salah satu contohnya adalah produk pewarna rambut yang bebas hydrogen peroxide, amonia, dan PPD.

Para ahli menekankan perawatan jangka panjang rambut sebaiknya menjadi prioritas. Dibanding hanya mengejar perubahan warna instan. Dengan pemilihan produk yang tepat dan penggunaan yang bijak, pewarnaan rambut tetap bisa dilakukan. Tanpa mengorbankan kesehatan rambut dan kulit kepala.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: