Gianni Infantino Batal Jual Saham Piala Dunia
Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana kontroversial penjualan sebagian saham bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana kontroversial penjualan sebagian saham bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Seperti dikutip dari laman disway.id, hal tersebut setelah mendapat penolakan luas dari asosiasi anggota FIFA, ancaman boikot UEFA, hingga pemberontakan internal di tubuh organisasi sepak bola dunia. Keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa hari setelah FIFA memperkenalkan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise.
BACA JUGA:Selidiki Unsur Dugaan Korupsi, BGN Laporkan 414 Dapur MBG ke Kejaksaan
Ada sebuah anak perusahaan yang dirancang untuk mengelola seluruh aset komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, Piala Dunia Wanita, dan Piala Dunia Antarklub. Rencana tersebut sempat memicu gelombang kritik karena dinilai membuka peluang komersialisasi berlebihan terhadap kompetisi paling bergengsi di dunia.
Proposal Penjualan Saham Piala Dunia Resmi Dibatalkan
Dalam proposal awal, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham FIFA Forward Enterprise kepada investor swasta dengan target menghimpun dana hingga US$4,2 miliar dari valuasi perusahaan sekitar US$20 miliar. Meski FIFA tetap menjadi pemegang kendali, langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa kepentingan bisnis akan menggeser nilai-nilai sepak bola global.
Menariknya, laporan ESPN bahkan menyebut perusahaan investasi asal New York milik Joshua Kushner, adik Jared Kushner, diproyeksikan menjadi investor utama dalam proyek tersebut. Namun, tekanan yang terus membesar membuat FIFA akhirnya menghentikan seluruh rencana tersebut.
“Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal,” ujar Gianni Infantino.
“Tujuan kami selalu dan akan selalu untuk bersatu dan berkembang. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan,” tambahnya.
UEFA Ancam Boikot, Mayoritas Anggota FIFA Menolak
Sedangkan penolakan terhadap proposal itu datang dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya menjadi pihak pertama yang menyatakan siap memboikot kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan. Menurut UEFA, beberapa aset sepak bola memiliki nilai yang tidak seharusnya diperjualbelikan.
Lalu, penolakan kemudian diikuti oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan CONCACAF, membuat dukungan terhadap proposal semakin menurun. Laporan The Times menyebut sebanyak 137 dari 211 asosiasi anggota FIFA menolak rencana tersebut sehingga mayoritas dukungan yang dibutuhkan tidak pernah tercapai. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter juga ikut mengkritik keras kebijakan tersebut.
Menurutnya, FIFA bukanlah perusahaan ekuitas swasta, melainkan penjaga warisan sepak bola dunia. “Uang memang penting, tetapi jangan pernah menjadi segalanya,” tulis Blatter.
Masa Depan Gianni Infantino Dipertanyakan
Walaupun proposal resmi dibatalkan, tekanan terhadap Gianni Infantino belum mereda. Sejumlah media internasional melaporkan posisi Infantino kini mulai dipertanyakan setelah dianggap melakukan kesalahan besar dalam membaca respons asosiasi anggota FIFA. Laporan The Times menyebut masa depan Infantino sebagai Presiden FIFA kini berada dalam situasi yang tidak menentu.
Sementara Sky Sports melaporkan bahwa banyak pihak di internal FIFA menganggap proposal tersebut sebagai "kesalahan penilaian yang sangat fatal" yang berpotensi mengakhiri kepemimpinannya. Menurut aturan FIFA, mosi tidak percaya terhadap presiden dapat diajukan apabila memperoleh dukungan sedikitnya 20 persen dari total asosiasi anggota.
Sampai saat ini proses tersebut memang belum dimulai, dan Infantino juga belum memberikan sinyal akan mengundurkan diri.
FIFA Fokus Pulihkan Kepercayaan Anggota
Infantino menyatakan akan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak dalam beberapa pekan mendatang guna meredakan ketegangan serta membangun kembali persatuan di lingkungan FIFA. Ia menegaskan fokus utama FIFA tetap mengembangkan sepak bola global, khususnya di negara-negara yang masih membutuhkan dukungan pengembangan.
Meski rencana penjualan saham Piala Dunia resmi dibatalkan, polemik yang muncul diperkirakan masih akan menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan Gianni Infantino dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
