Empat Pilar Peradaban
M. Sururi, S. Th. I , M.H.I -Adam-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Empat Pilar Peradaban.
Materi ini ditulis oleh Ustadz M. Sururi, S. Th. I , M.H.I . Ia adalah Penghulu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Jami Babussalam, Jalan P.Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ كُلِّهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ كُلُّهُ، وَالْمُلْكُ لَهُ كُلُّهُ، وَبِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وَإِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ، عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ، وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.
Di tengah dunia yang semakin maju, kita justru sering menyaksikan kegelisahan yang semakin besar. Ilmu semakin banyak, tetapi kebijaksanaan semakin sedikit. Harta semakin melimpah, tetapi kepedulian semakin menipis. Kekuasaan semakin kuat, tetapi keadilan sering terasa mahal. Akibatnya, manusia hidup dalam kecemasan meskipun dikelilingi kemewahan.
Para ulama terdahulu telah memberikan nasihat yang sangat dalam. Salah satunya adalah perkataan yang dinisbatkan kepada Abdul bin Jabil al-Anshari:
قَوَامُ الدُّنْيَا أَرْبَعَةُ أَشْيَاءِ: عِلْمُ العُلَمَاءِ، وَسَخَاءُ الأَغْنِيَاءِ، وَدُعَاءُ الفُقَرَاءِ، وَعَدْلُ الأُمَرَاءِ
"Pilar tegaknya kehidupan dunia ada empat: ilmu para ulama, kedermawanan orang-orang kaya, doa orang-orang miskin, dan keadilan para pemimpin."
Betapa indahnya ungkapan ini. Dunia tidak akan kokoh hanya dengan kekayaan, teknologi, atau kekuasaan. Dunia berdiri di atas empat tiang yang saling menopang.
Pertama: Ilmunya Para Ulama
Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)
Hari ini masyarakat lebih mudah percaya kepada media sosial daripada nasihat ulama. Padahal satu nasihat ulama yang ikhlas mampu menyelamatkan sebuah keluarga. Sedangkan satu berita bohong mampu menghancurkan sebuah negeri.
Islam pernah berada pada puncak tertinggi peradaban dunia karena para ulama dan ilmunya. Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga universitas. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi tempat melahirkan pemimpin dunia.
Ketahuilah, umat tidak akan bangkit hanya dengan semangat. Umat hanya akan bangkit dengan ilmu. Karena ilmu melahirkan iman, iman melahirkan amal, dan amal melahirkan peradaban.
Kedua: Kedermawanan Orang Kaya
Harta bukan sekadar nikmat, tetapi amanah. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
Islam pernah Baitul Hikmah di Baghdad berkembang karena didukung orang kaya dermawan. Harta mereka tidak berhenti di rekening, tetapi berubah menjadi ilmu, menjadi dakwah, menjadi rumah sakit, menjadi sekolah, dan menjadi pahala yang terus mengalir.
Hari ini, sering kali kekayaan hanya menjadi simbol kemewahan. Padahal sejarah membuktikan, Peradaban tidak dibangun oleh orang kaya yang gemar memamerkan hartanya, tetapi oleh orang kaya yang menjadikan hartanya sebagai jalan menuju ridha Allah.
Ketiga: Doa Orang Miskin
Rasulullah ﷺ bersabda:
هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ
"Bukankah kalian diberi pertolongan dan rezeki karena orang-orang lemah di antara kalian?" (HR. al-Bukhari)
Mereka mungkin tidak tercatat dalam buku sejarah. Tetapi nama mereka tercatat di langit. Boleh jadi kemenangan umat Islam dalam berbagai peperangan bukan semata-mata karena pedang para mujahid, tetapi karena doa-doa orang miskin yang mengalir pada sepertiga malam.
Oleh sebab itu kaum dhuafa. Mungkin Allah masih menahan azab dari negeri ini karena masih ada orang-orang miskin yang tulus berdoa setiap malam.
Keempat: Keadilan Pemimpin
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
"Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan." (QS. An-Nahl: 90)
Keadilan adalah fondasi kepercayaan. Ketika hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, rakyat akan tenang. Namun ketika keadilan diperjualbelikan, maka masyarakat kehilangan harapan.
Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata,
"Seandainya seekor keledai tersandung di Irak, aku khawatir Allah akan meminta pertanggungjawabanku."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
