UMKM Kopi Bengkulu Kian Berdaya, Semakin Mendunia

UMKM Kopi Bengkulu Kian Berdaya, Semakin Mendunia

UMKM Kopi Bengkulu Kian Berdaya, Semakin Mendunia-Dok radar bengkulu-

 

Radar Bengkulu - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kopi Bengkulu kian berdaya, semakin mendunia. Sejak tahun 2016 mendapatkan sentuhan dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Kopi Bengkulu tak lagi menjadi kopi biasa yang diolah alakadarnya dan dipasarkan penjualan dari warung ke warung desa. 

Beda dulu dan sekarang, kini petani kopi dataran tinggi Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong & Lebong berhasil tembus pasar ekspor menjual biji kopi jenis Robusta dengan negara tujuan Italia.

BACA JUGA:Ekspor Perdana Kopi Bengkulu Buka Jalan Menuju Pasar Dunia

Ekspor perdana biji kopi Bengkulu seberat 19 Ton lebih ke Italia pada tujuh September tahun 2026 mencatatkan sejarah baru bagi Bengkulu dan catatan gemilang bagi KPw Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Petani kopi Bengkulu pun kini semakin percaya diri dan serius dalam memenuhi rantai pasok biji kopi kelas dunia. 

Ekspor perdana ini membuka jalan Kopi Bengkulu semakin dikenal di pasar Internasional. Kopi Bengkulu kini naik kelas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan para petani. 

Berhasilnya Kopi Bengkulu Go Ekspor ada peran penting Bank Indonesia didalamnya. BI memainkan peran penting dalam penguatan komoditi kopi daerah agar bisa memenuhi standart kualias permintaan pasar global.

BI membuat petani kopi lebih modern mulai dari menanam, merawat kebun, pengelolaan, serta melengkapi para petani dengan ilmu wawasan baru yang disempurnakan pengalaman turun temurun petani kopi. 

Terkait UMKM Kopi. Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat usai ekspor perdana kopi Bengkulu menyebutkan, sebelum sampai pada titik go ekspor, secara khusus BI Bengkulu mengelompokkan pengembangan UMKM menjadi empat tahapan.

Pertama mulai dari menggali potensi dengan fokus melakukan pembinaan dengan melakukan pendampingan hulu - hilir. Mulai dari penerapan teknik praktik budidaya, pengelolaan setelah panen dengan memberikan bantuan rumah jemur kopi, mesin roasting, mesin pengupas pemisah kulit dan biji, alat pengering dll. 

Lalu kemudian menghubungkan UMKM dengan lembaga pembiayaan. BI mendorong pengembangan UMKM sekaligus penguatan korporasi petani. Penguatan kelembagaan dinilai penting agar petani memiliki wadah usaha yang mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus berorientasi pada kebutuhan pasar internasional.

Salah satu bentuknya adalah pengembangan badan usaha milik petani. Melalui kelembagaan tersebut, petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi mampu mengelola usaha secara lebih profesional, termasuk dalam mengakses pasar global dan pembiayaan. 

Selanjutnya UMKM melek digital. Alias Go Digital dengan pemasaran lewat e commers dan instrumen pembayaran non tunai lewat QRIS.  

Terakhir, melakukan pengembangan UMKM lokal tembus pasar internasional yang belum lama ini telah tercapai. Tembusnya pasar dunia untuk kopi Bengkulu ini BI berperan menghubungkan UMKM Kopi Bengkulu demga PT Alko Sumatra Kopi sebagai eksportir kopi pasar internasional. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: