MUKOMUKO, RADARBENGKULUONLINE.COM - Harga sawit di Kabupaten Mukomuko terus membaik. Mayoritas pabrik CPO di daerah ini telah membeli sawit masyarakat dengan harga di atas Rp 1.700 per kilogram. Bahkan pabrik sudah membeli dengan harga Rp 1.820. Sayangnya, warga yang memiliki kebun sawit di wilayah Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, tepatnya areal kebun yang tidak jauh dari HGU Air Berau Estate milik PT. DDP, masih takut memanen sawit mereka. Hal itu disebabkan kemunculan seekor Harimau Sumatera belakangan ini. Tidak hanya menampakkan diri, binatang dengan taring dan cakar yang tajam itu diduga telah memangsa seekor sapi milik warga. Sebab, pada Rabu (14/9) lalu warga setempat menemukan bangkai sapi dengan daging bagian pantat sudah hilang sebagian. Pasca kejadian itu, esok harinya tim dari BKSDA, kepolisian, kecamatan dan desa memasang perangkap kerangkeng besi. Hanya saja, setelah sepekan terpasang, harimau yang disinyalir masih berkeliaran di area perkebunan masyarakat itu tak kunjung tertangkap. Hal ini diungkapkan Kades Air Berau, April ketika dikonfirmasi, RADARBENGKULUONLINE.COM Rabu (21/9). "Belum masuk. Warga kita di sekitaran itu tidak berani lagi ke kebun manen sawit," ujar Kades. BACA JUGA:Stok BBM di Bengkulu Sudah Menipis Diungkapkannya, guna memancing harimau masuk perangkap, bangkai sapi yang ditemukan warga beberapa waktu lalu itu dijadikan umpan. BKSDA juga sudah mengecek kembali kerangkeng perangkap yang mereka pasang. Meski harimau belum terpancing masuk perangkap, belum ada rencana untuk mengganti umpan lain. "Kemarin pihak BKSDA ngecek di lapangan, kata mereka biarlah umpan itu dulu dipakai," sampainya. Ia berharap, harimau Sumatera yang berkeliaran di area kebun warga di desa Air Berau itu dapat dievakuasi ke hutan yang jauh dari perkebunan warga. BACA JUGA:Audisi Golden Talent Hunt Bengkulu Segera Digelar "Kami berharap tidak ada lagi konflik antara binatang buas ini dengan warga. Kami berharap harimau itu tertangkap supaya bisa dievakuasi ketempat aman. Jauh dari aktivitas manusia. Kalau ada kepastian harimau itu tidak lagi berkeliaran di area kebun, petani bisa lebih tenang bekerja. Kalau sekarangkan gak tahu. Apa harimau sudah pergi, apa masih berkeliaran di situ. Kalau sekarang warga masih takut," pungkas April.
Warga Takut Panen Sawit Gara-Gara Harimau
Rabu 21-09-2022,21:14 WIB
Reporter : Seno
Editor : Yar Azza
Kategori :
Terkait
Kamis 15-01-2026,20:23 WIB
Harga Sawit di Bengkulu Merangkak Naik jadi Rp 3.300 per Kilogram
Selasa 12-08-2025,09:10 WIB
Kabar Gembira, Ini Harga Sawit Bulan Agustus 2025
Kamis 10-04-2025,07:42 WIB
Pasca Disidak Wagub, Dinas TPHP Jadwalkan Pemanggilan Seluruh PMKS di Bengkulu
Selasa 13-08-2024,12:49 WIB
Angsuran Kredit Para Petani Sawit di Seluma Terancam Macet Karena Ini
Senin 15-04-2024,14:40 WIB
Jadwak Pabrik CPO di Mukomuko Mulai Operasi Setelah Libur Lebaran, Harga Diatas Rp 2000
Terpopuler
Jumat 29-05-2026,16:25 WIB
Harga TBS Sawit Turun, Belasan Perusahaan di Mukomuko Sepakat Kembali Ikuti Ketetapan Harga Pemprov Bengkulu
Sabtu 30-05-2026,02:00 WIB
132.568 Orang Jamaah Indonesia Sudah Tinggalkan Mina, Mayoritas Pilih Nafar Awal
Sabtu 30-05-2026,03:00 WIB
Ini Cara Ampuh Kurangi Bau Jengkol saat Buang Air Kecil
Jumat 29-05-2026,19:18 WIB
Warga Arkarami Keluhkan Air Bersih Mati Total, Bambang Desak PDAM Bergerak Cepat
Jumat 29-05-2026,16:23 WIB
Pemprov Bengkulu dan Pemkab Mukomuko Percepat Dua Proyek Infrastruktur Strategis
Terkini
Sabtu 30-05-2026,12:49 WIB
Kantor Eksportir Sawit di Jakarta Digeledah Bareskrim Polri, Temukan Alat Bukti Ini
Sabtu 30-05-2026,07:56 WIB
Inilah Cara Sederhana Hadirkan Lingkungan Seimbang di Tengah Kota
Sabtu 30-05-2026,03:00 WIB
Ini Cara Ampuh Kurangi Bau Jengkol saat Buang Air Kecil
Sabtu 30-05-2026,02:00 WIB
132.568 Orang Jamaah Indonesia Sudah Tinggalkan Mina, Mayoritas Pilih Nafar Awal
Sabtu 30-05-2026,01:00 WIB