Serial Abunawas: Mempermalukan Si Kikir

Senin 17-07-2023,00:01 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Yar Azza

 

Perwakilan beberapa warga akhirnya datang ke rumah Abunawas. Setelah menceritakan prilaku Bajebur yang menjengkelkan orang-orang kampung, salah seorang warga meminta Abunawas untuk memberi pandangannya.

''Orang seperti itu tidak layak hidup di kampung . Dia mustinya tinggal di hutan,'' ujar Abunawas.

''Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan terhadapnya?'' tanya seorang warga.

''Dia harus diberi pelajaran agar tahu hidup bermasyarakat di kampung,'' sahut Abunawas.

''Caranya,'' tanya beberapa orang kampung yang hampir bersamaan. 

''Sudahlah.Serahkan kepadaku. Kalian tahu beres saja,'' janji Abunawas.

BACA JUGA:''Prof'' Pertanian Organik Aceh akan Tebar Penemuannya di Mukomuko, Cek Waktunya Disini

 

''Baiklah kalau begitu. Kalau kau berhasil warga akan berterima kasih kepadamu. Tentu saja ada hadiah istimewa buatmu.''

''Jangan pikirkan itu. Aku sudah merasa bahagia kalau bisa menolong sesama,'' elak Abunawas pura-pura tidak butuh.

Setelah warga pergi meninggalkan rumahnya, Abunawas berpikir sejenak. Dia tahu kebiasaan Bejebur yang suka sekali diundang pesta. Apalagi yang mengundang  orang-orang kaya.

''Ini kesempatan yang bagus,'' gumam Abunawas. ''Aku akan ikuti kemanapun dia pergi,'' lanjutnya lagi.

BACA JUGA:Boleh, Dana Desa Bisa Digunakan untuk Pilkades

 

Akhirnya, kegiatan Abunawas setiap hari adalah menunggu kepergian Bajebur. Abunawas bersembunyi di balik pohon di depan halaman rumah Bajebur. Begitu Bajebur keluar rumah, Abunawas mengikutinya dari belakang.

Kategori :