Pedagang Es Tebu Mengeluh, Ini Masalahnya

Sabtu 27-01-2024,10:17 WIB
Reporter : Zulfa
Editor : Azmaliar Zaros

RADARBENGKULU – Musim kemarau memang terkadang tidak disukai oleh orang-orang. Selain terik matahari yang seakan terasa seperti membakar tubuh, dehidrasi juga terkadang tidak dapat dihindari.

Ani Fitri, seorang penjual Es Tebu di Jalan Telaga Dewa, tepatnya disamping UINFAS Bengkulu, mengeluhkan Tebu yang saat ini sukar didapat.

BACA JUGA:Selain Layani Mahasiswa, Kantin Hikmah UINFAS Bengkulu Terima Pesanan untuk Umum

 

Akibat dari musim kemarau, perempuan berhijab tersebut mengatakan tebu menjadi lebih lambat dalam bertumbuh, sehingga tidak dapat diambil dalam jumlah banyak.

“Tebu kan sekarang susah. Itu gara-gara abis musim kemarau itu. Tebunya jadi lambat tingginya. Biasanya kita bawa 20 batang ke tempat jualan, sekarang cuma 15 batang,” ujarnya saat diwawancarai  RADARBENGKULU.DISWAY.ID tadi pagi.

BACA JUGA:Ketika Liburan Tiba, Mahasiswa UINFAS Bengkulu Manfaatkan Waktu di Kebun Durian

 

Selain musim kemarau, mahasiswa yang sedang menjalani libur semester itu juga menjadi salah satu hal yang mengakibatkan sepinya pembeli. Perempuan berusia 38 tahun tersebut juga menyampaikan jumlah penghasilan yang didapat pun berkurang hingga lebih dari 50% dari penghasilan biasanya.

“Kalo mahasiswa masuk mah bisa sampe 200 ribu lebih. Kalo lagi pada libur gini paling 100 ribu. Kadang ga nyampe juga. Mana tebu lagi susah,” tuturnya.

BACA JUGA:Pedagang Buah Pepaya Asal Kepahiang Sukses Bisnis hingga ke Jawa

 

Ibu dari 2 anak tersebut hanya bisa berharap cuaca segera membaik, sehingga tidak menjadi kendala untuk berjualan kedepannya. (*)

 

Kategori :