Musala Perumahan Batang Hari Gelar Tradisi Buka Bersama

Musala  Perumahan Batang Hari Gelar Tradisi Buka Bersama

Musala Perumahan Batang Hari Gelar Tradisi Buka Bersama -Irfan Herdian-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id  -  Musala Perumahan Batang Hari, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu  setiap Bulan Suci Ramadan melakukan agenda buka  puasa bersama yang konsepnya setiap tahun berbeda-beda.

Di tahun ini agenda buka bersama  berlaku hanya 7 hari saja, dengan 7 kelompok berbeda yang ditugaskan membawa takjil setiap  harinya secara bergantian atau berkelompok dan masing-masing kelompok beranggotakan 7  orang.

BACA JUGA:Sederhana Tapi Bikin Nagih, Bakso Ikan Mas Bro jadi Jajanan Favorit Warga


Menjelang waktu magrib, warga mulai berdatangan. Kelompok yang bertugas hari itu  membawa aneka hidangan sederhana untuk berbuka puasa bersama. Anak-anak berlarian kecil  di halaman musala, sementara para ibu-ibu menata takjil ke dalam piring.

Tradisi buka  bersama ini bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan menjadi momen mempererat  silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

BACA JUGA: Es Dogan Masih Jadi Primadona Takjil di Bulan Ramadan


Setiap sore selama bulan Ramadan, musala menjadi pusat aktivitas warga. Sekitar pukul  16.30 WIB, beberapa ibu-ibu rumah tangga sudah berkumpul untuk mempersiapkan makanan  dan minuman.

Ada yang membawa kolak pisang, es buah, gorengan, hingga nasi kotak yang  dibagikan secara bergiliran. Warga yang memiliki rezeki lebih biasanya turut menyumbang  makanan atau minuman.


Ketua RT setempat Yuzuar Karim mengatakan bahwa tradisi ini sudah berlangsung  selama  bertahun-tahun dan menjadi agenda rutin setiap Ramadan. Tradisi buka bersama di musala ini sudah ada sejak tahun 2017.


'' Kami ingin menjaga kebersamaan antarwarga. Lewat kegiatan ini, kami bisa saling mengenal lebih dekat, terutama  dengan warga baru,” ujar Yuzuar Karim saat ditemui RADAR BENGKULU di sela-sela kegiatan persiapan berbuka, Rabu, 25 Februari 2026.


Menjelang azan magrib, suasana musala semakin ramai. Warga duduk berjejer rapi, mulai  dari anak-anak hingga orang tua. Takjil dibagikan secara merata agar semua mendapat bagian  yang sama. Saat azan berkumandang, seluruh jamaah serentak membaca doa berbuka puasa,  lalu menyantap hidangan yang tersedia dengan penuh rasa syukur.


Bagi anak-anak, momen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa berkumpul  bersama teman-teman, mereka juga belajar tentang arti berbagi dan kebersamaan. Setelah berbuka, ibu,bapak dan anak-anak mengikuti salat magrib berjamaah. Setelah salat  berjamaah, warga gotong royong membereskan peralatan makanan.


Salah seorang warga, Rahayu (48), mengaku senang dengan adanya tradisi buka bersama ini. Ia  merasa kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan yang kuat di tengah  kesibukan masing-masing warga.


“Kalau bukan karena Ramadan dan buka bersama seperti ini, mungkin kita jarang berkumpul  lengkap. Biasanya semua sibuk kerja atau di rumah masing-masing. Di sini, kita bisa ngobrol,  saling bertanya kabar, dan berbagi cerita,” kata Rahayu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: