Namanya 'ilmul yaqin', Nabi mengimaninya namun tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri.
Saat terjadinya Mi'raj, Nabi Muhammad SAW melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ini disebut “satu-satunya yaqin”.
Ketika seseorang telah mencapai 'ainul yaqin', kemantapan keimanannya semakin kokoh.