“Tim terkait sudah menangani longsor tersebut dengan cepat, sehingga distribusi tidak terganggu,” imbuhnya.
Tahun 2025, Bengkulu mendapat alokasi BBM subsidi berupa Bio Solar sebanyak 109.188 Kilo Liter (KL) dan Pertalite sebanyak 253.357 KL.
Menurut Farid, alokasi ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kecuali terjadi bencana alam seperti longsor atau badai yang menghambat distribusi, stok BBM kita masih cukup,” tegasnya.
Farid juga menanggapi fenomena antrean panjang di beberapa SPBU yang menjual Bio Solar. Menurutnya, antrean terjadi karena SPBU tersebut ditunjuk sebagai titik penjualan utama untuk jenis BBM tersebut. “Kami sengaja mengarahkan penjualan Bio Solar ke SPBU di pinggiran kota untuk mengurangi antrean di SPBU pusat.”
Sementara itu, untuk SPBU yang menjual Pertalite, Farid mengklaim tidak ada laporan kekosongan stok.
“Sejauh ini, distribusi Pertalite berjalan normal dan tidak ada keluhan dari masyarakat,” ujarnya.