KHUTBAH IDUL FITRI: Membangun Persatuan Dengan Hidup Berjamaah

Senin 31-03-2025,00:30 WIB
Reporter : Adam
Editor : Azmaliar Zaros

 

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ (الأعراف)

 

199.  Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.

 

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ  (آل عمران)

 

133.  Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

134.  (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

 

Atas dasar itu, setiap individu di dalam jamaah hendaknya tidak hanya memusatkan perhatian untuk menjalin hubungan dengan Allah, tetapi juga menjalin hubungan dengan sesama manusia. Ini yang kita sebut dengan hablumminal-Lah wa hablumminan-Nas. 

Setiap individu hendaknya saling menyayangi saudaranya, tidak menyakitinya, dan tidak menzaliminya. Setiap individu hendaknya menyadari bahwa kezaliman terhadap saudaranya akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah SWT: apakah itu kezaliman terhadap hartanya ataukah terhadap kehormatannya. 

 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Bukhari dikemukakan:

Nabi Saw bertanya kepada para shahabat, “Tahukah kalian siapakah orang yang disebut bangkrut?” Para shahabat menjawab, “Ya Rasulullah, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang sudah tidak mempunyai dirham dan harta benda lagi.”

 

Kategori :