Pemerintah Provinsi Bengkulu pun bergerak cepat. Inspektorat dilibatkan untuk melakukan audit menyeluruh. “Semua data akan diverifikasi ulang. Jika ditemukan bukti kecurangan, sanksi tegas akan dijatuhkan,” tegas Helmi.
Meski begitu, ia kembali menekankan bahwa proses hukum tidak boleh menyeret anak-anak menjadi korban. “Yang kita kejar adalah pelakunya, bukan siswanya,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, beberapa orang tua tak kuasa menahan emosi. Mereka menceritakan bagaimana anak-anak mereka menangis karena mendadak diminta keluar dari sekolah yang baru mereka masuki. “Anak saya sudah terlanjur semangat sekolah di SMAN 5. Tiba-tiba dapat kabar dikeluarkan. Kami bingung, Pak Gubernur,” kata salah seorang wali murid dengan mata berkaca-kaca.
Helmi pun menenangkan. Ia berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Sekaligus memastikan seluruh siswa yang terdampak tetap bisa belajar. “Jangan khawatir, anak-anak bapak ibu tetap sekolah. Itu yang utama,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu kini menunggu hasil audit dari Inspektorat yang dijadwalkan rampung dalam sepekan. Setelah itu, keputusan lebih lanjut akan diambil.