KETIGA. Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa Israk dan Mikraj nabi Muhammad SAW adalah memperkokoh loyalitas dan kesetiaan nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT.
Karena, peristiwa Israk dan mikraj tersebut terjadi bersamaan dengan saat Rasulullah SAW sedang berduka dengan wafat nya istri tercinta Sayyidah Khadijah dan pamannya Abu Thalib, karena keduanya orang yang selalu setia membela Rasulullah di dalam memperjuangkan kemajuan Islam, baik bantuan tenaga, pikiran bahkan harta benda.
Saudaraku kaum muslimin sidang jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT
Melalui perjalanan Israk dan Mikraj ini Allah SWT ingin menegaskan kepada Nabi Muhammad SAW, bahwa sebagai seorang nabi boleh saja menggantungkan hidup dan bantuan kepada manusia, namun keteguhan hati, perlindungan dan mohon bantuan hendaklah semata-mata kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Surat Al-Baqarah ayat 257 :
Artinya: "ALLAH PELINDUNG ORANG-ORANG YANG BERIMAN, DAN MENGELUARKAN MEREKA DARI KEGELAPAN KEKAFIRAN KEPADA CAHAYA IMAN." (Al-Baqarah ayat 257).
Saudaraku kaum muslimin sidang jamaah Jumat yang berbahagia
KEEMPAT. Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa Israk dan Mikraj nabi Muhammad SAW adalah memperkokoh semangat dakwah.
Karena, sekembalinya Rasulullah SAW dari Israk dan Mk'raj, beliau semakin menunjukkan semangat dalam dakwah, meskipun orang-orang kafir semakin berani dan biadap di dalam menghalangi dakwah Rasulullah SAW, sehingga puncaknya demi untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih luas, maka nabi Muhammad SAW dan para sahabat diperintah oleh Allah SWT untuk hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah.
Kaum muslimin sidang jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT
Keharusan kita sebagai umat manusia untuk melaksanakan dakwah secara serius didalam kehidupan ini adalah merupakan perintah dari Allah SWT yang mesti kita tunaikan.
Sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Ali-Imran ayat 104 :
Artinya: "DAN HENDAKLAH ADA DIANTARA KAMU SEGOLONGAN ORANG YANG MENYERU KEPADA KEBAIKAN, MENYURUH BERBUAT YANG MAKRUF, DAN MENCEGAH DARI YANG MUNGKAR, MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG." (Ali-Imran ayat 104).