Radar Bengkulu online - Siapa yang dapat menolak kenikmatan tempe tipis yang dilapisi tepung dan digoreng setengah matang ini?
Tempe mendoan, kuliner tradisional Banyumas, Jawa Tengah, memang memiliki rasa gurih dan tekstur halus yang membuat ketagihan, terutama jika dinikmati hangat bersama sambal kecap atau cabai rawit.
BACA JUGA:Menaker Perusahan Wajib Bayar THR, Tak Bisa Dicicil, Wajib Dibayar Penuh
Tidak hanya sebagai makanan ringan, mendoan yang berasal dari Banyumas telah lama diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).
Ukuran yang lebar dan sangat tipis serta rasa gurihnya membuatnya unik dibandingkan dengan tempe goreng biasa.
Menurut pakarnya, nama "mendoan" dikatakan berasal dari bahasa Banyumasan 'didorong', yang berarti setengah matang, sejalan dengan cara penggorengannya yang dilapisi tepung tipis.
Apabila digoreng hingga krispi, tempe ini bukan lagi disebut mendoan, tetapi tempe goreng biasa.
Walaupun berasal dari Banyumas, mendoan juga sangat terkenal di wilayah sekitar eks-Karesidenan Banyumas, seperti Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.