radarbengkuluonline.id - Pemerintah Kota Bengkulu terus berupaya memastikan kenyamanan warganya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama unsur Forkopimda pada Selasa (3/3/2026).
Bertempat di Pendopo Balai Kota Merah Putih, pertemuan ini dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi BZ SE MM dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing SH beserta jajaran OPD terkait.
BACA JUGA:Wakil Walikota Bengkulu Donasikan Gaji untuk Masjid di Pematang Gubernur
Fokus utama diskusi kali ini adalah memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam mengantisipasi aksi geng motor yang belakangan menjadi perhatian.
Di saat yang hampir bersamaan, Satpol PP Kota Bengkulu juga bergerak ke lapangan untuk menindaklanjuti keresahan warga terkait ketertiban di lingkungan indekos. Razia yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP, Sahat Marulitua Situmorang, menyasar beberapa titik di Kelurahan Sawah Lebar Baru dan Jalan Jati. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa lingkungan tempat tinggal warga tetap kondusif dan bebas dari aktivitas yang melanggar norma.
Dalam aksi lapangan tersebut, petugas menemukan beberapa pelanggaran ketertiban dan langsung memberikan pembinaan serta pendataan identitas bagi penghuni yang terjaring.
Tak hanya sekadar razia, pihak Puskesmas setempat juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah preventif bagi masyarakat. Hasil dari pemeriksaan kesehatan terhadap belasan sampel di dua lokasi berbeda menunjukkan hasil yang melegakan. Karena, semuanya dinyatakan negatif.
"Kegiatan kita hari ini menindaklanjuti laporan dari warga. Warga sangat resah dengan praktik yang ditemukan hari ini. Jadi apa yang disampaikan masyarakat seluruhnya benar," ujar Sahat saat menjelaskan alasan di balik aksi penertiban tersebut.
Rangkaian kegiatan pemerintah hari itu pun ditutup dengan suasana yang lebih santun dan penuh kebersamaan. Setelah berdiskusi panjang mengenai strategi pengamanan kota, rombongan melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah di Masjid Merah Putih.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kota tidak hanya dilakukan melalui tindakan tegas, tetapi juga melalui pendekatan spiritual dan koordinasi yang harmonis antar instansi.