Kunjungan Wisman dan Wisnus Meningkat

Minggu 10-05-2026,12:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Azmaliar Zaros

radarbengkuluonline.id, Jakarta -- – Sektor pariwisata kembali menunjukkan peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026. 

Seperti dikutip dari laman harian disway.id, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan nusantara dinilai memberi dorongan signifikan terhadap perputaran ekonomi domestik.

BACA JUGA:Ini Cara Membuat Ketoprak yang Enak dan Bisa Dibuat di Rumah



Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, capaian sektor pariwisata sepanjang Januari hingga Maret 2026 memperlihatkan ketahanan industri wisata Indonesia yang tetap kuat. 

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia," ujarnya saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Jakarta Jumat, 8 Mei 2026.


Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan. Angka itu naik 10,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 984 ribu kunjungan.

Sedangkan secara year-to-date, paparnya, kunjungan wisman sepanjang Januari-Maret 2026 juga meningkat 8,62 persen dibanding triwulan pertama 2025.

Mobilitas wisatawan nusantara juga mengalami lonjakan tajam. Pada Maret 2026 tercatat 126,34 juta perjalanan wisatawan domestik atau tumbuh 42,10 persen dibanding Maret tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu momentum libur panjang Nyepi dan Idul Fitri yang terjadi pada bulan yang sama. 

Selain faktor libur keagamaan, peningkatan konsumsi masyarakat disebut ikut memperkuat aktivitas perjalanan dalam negeri. Secara keseluruhan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan atau naik 13,14 persen dibanding tahun lalu.

Pertumbuhan aktivitas wisata itu turut berdampak pada sejumlah sektor usaha penunjang. Lapangan usaha akomodasi dan makan minum tercatat tumbuh 13,14 persen dengan kontribusi ekonomi mencapai Rp172,7 triliun. Sementara sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen dengan kontribusi sebesar Rp378,3 triliun. Adapun sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen dan jasa perusahaan meningkat 4,91 persen. 

Sementara itu, Kementerian Pariwisata juga mencatat rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara atau Average Spending per Arrival (ASPA) mencapai 1.345 dolar AS per kunjungan pada triwulan pertama 2026. Nilai tersebut setara sekitar Rp22,8 juta dan meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri memang ikut naik selama Maret 2026. Namun jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia masih lebih tinggi sehingga menghasilkan surplus kunjungan sebesar 0,94 juta sepanjang Januari-Maret 2026.

Widiyanti menilai kondisi itu menjadi modal positif untuk menjaga devisa sektor pariwisata sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan pertama 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan.

 

 

Kategori :