Khawatir GERD Kambuh Saat Puasa Ramadhan? Coba Ikuti Tips Ini

Khawatir GERD Kambuh Saat Puasa Ramadhan? Coba Ikuti Tips Ini

Begini Cara Mencegah GERD Kambuh saat Puasa Ramadan-Poto ilustrasi-

 

 

RADAR BENGKULU, JAKARTA - Puasa Ramadan membawa perubahan besar pada pola makan dan jam istirahat seseorang. Bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung, perubahan itu bisa memicu keluhan. Seperti rasa terbakar di dada, mual, perut kembung, hingga nyeri ulu hati.

Seperti dikutip dari laman harian disway, namun bagi pengidap GERD, puasa tetap bisa dijalankan dengan aman selama pola makan dan gaya hidup diatur dengan baik.

Dilansir dari berbagai sumber, GERD terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Karena katup esofagus bagian bawah melemah. Kondisi itu umumnya dipicu oleh pola makan tidak teratur, konsumsi makanan berlemak, pedas, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

BACA JUGA:Bentar Lagi Lebaran, Begini Cara Membuat Ketupat Plastik Pulen

Mengatur Pola Makan Saat Berbuka

Berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tidak langsung dalam porsi besar. Lambung yang kosong selama lebih dari 12 jam membutuhkan penyesuaian. Maka, dianjurkan memulai dengan air putih dan makanan ringan. Seperti kurma atau sup hangat.

Cara itu membantu menstabilkan produksi asam lambung. Sekaligus mencegah iritasi mendadak pada dinding lambung.

Menurut panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi makanan berat secara berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung. Hingga memicu refluks.

Memberikan jeda sebelum menyantap makanan utama menjadi langkah sederhana namun efektif. GERD pun tak kambuh lagi.

Menghindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Pemilihan menu berbuka dan sahur sangat menentukan kestabilan asam lambung selama Ramadan. Makanan pedas, gorengan, santan berlebihan, cokelat, kafein, hingga minuman bersoda diketahui dapat memicu peningkatan produksi asam lambung.

Bagi penderita GERD dianjurkan memilih makanan yang lebih ringan, rendah lemak, dan mudah dicerna.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: