Terima Bantuan, Warga Mukomuko Menangis Harus di Depan Gubernur Bengkulu

Terima Bantuan, Warga Mukomuko Menangis Harus di Depan Gubernur Bengkulu

Terima Bantuan, Warga Mukomuko Menangis Harus di Depan Gubernur Bengkulu-Riski/MC-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Mukomuko   - ​Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang digagas oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, mulai membawa perubahan nyata hingga ke pelosok daerah.

Salah satu cerita haru datang dari Eva Susanti, seorang penjual kue tradisional di Kabupaten Mukomuko yang selama bertahun-tahun harus menumpang listrik dari rumah orang tuanya karena keterbatasan ekonomi. Kini, berkat bantuan pemerintah provinsi, rumahnya telah memiliki sambungan listrik mandiri yang memberinya kemandirian dan kenyamanan.

BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Tutup Kunjungan Kerja dengan Buka Bersama di Sungai Rumbai


​Bagi Eva, hadirnya listrik bukan sekadar soal penerangan lampu di malam hari, melainkan simbol perubahan hidup yang lebih baik. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya karena kini anak-anaknya bisa belajar dengan lebih nyaman tanpa perlu khawatir kegelapan.

Selain bantuan listrik, Eva juga mendapatkan perhatian lebih melalui bantuan bedah rumah, modal usaha, hingga dukungan pendidikan untuk anak-anaknya.

BACA JUGA: Danau Dendam Tak Sudah: Raksasa Tidur Itu akan Disulap Menjadi Destinasi Wisata Kelas Wahid


​“Listrik adalah kebutuhan dasar yang harus dinikmati seluruh warga. Saya meminta aparat desa dan masyarakat segera melaporkan jika masih ada rumah tanpa listrik,” tegas Gubernur Helmi Hasan.


​Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 2.024 Rumah Tangga Miskin di Provinsi Bengkulu telah menerima manfaat pemasangan listrik gratis dengan daya 900 VA melalui program BPBL ini. Khusus untuk wilayah Kabupaten Mukomuko, sudah ada 140 rumah yang kini bisa menikmati aliran listrik mandiri. Angka-angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memeratakan akses energi bagi seluruh lapisan masyarakat.


​Pemerintah Provinsi Bengkulu juga membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp agar masyarakat dapat melaporkan rumah-rumah yang belum teraliri listrik dengan cepat. Dengan adanya kanal komunikasi yang santai dan responsif ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang luput dari bantuan.

Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi antara laporan warga dan aksi pemerintah mampu menghadirkan terang hingga ke sudut-sudut desa terjauh. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: