Jembatan Gantung Pagardin Akan Direhab Sementara

Jembatan Gantung Pagardin   Akan Direhab Sementara

BERLIAN - Kondisi jembatan gantung Desa Pagardin yang ditutup sementara-Berlian-

 

ULOK KUPAI, RADARBENGKULUONLINE - Kondisi jembatan gantung Desa Pagardin, Kecamatan Ulok Kupai, Bengkulu Utara paska turunnya pondasi penyanggah jembatan akibat gerusan air sungai beberapa waktu lalu membuat akses satu-satunya desa itu tidak dapat dilalui kembali.

Akibatnya masyarakat pun harus berputar melalui jalan perkebunan PT Pamor Ganda untuk beraktivitas serta keluar masuk desa.

Akan tetapi masih ada masyarakat pejalan kaki serta pengendara roda dua yang nekat melintasi jembatan, meski membahayakan diri sendiri. Hal itu disebabkan masyarakat enggan berputar melalui jalan PT Pamor Ganda yang jaraknya cukup jauh.

Saat dikonfirmasi RADARBENGKULUONLINE ke Kepala Desa Pagardin, Eko Pastrio. SH Rabu (28/09/222), ia mengatakan, upaya pemerintahan desa untuk mengantisipasi risiko yang bisa saja terjadi bagi masyarakat yang masih nekat melintasi jembatan tersebut terus diupayakan.

Terbaru, rencananya Pemdes bersama pihak Dinas Pekerjaan  Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Utara akan memasang seling penarik tiang piton pada Sabtu mendatang.

BACA JUGA:Sopir Angkutan Logistik Minta Larangan Beli BBM Subsidi Dicabut

"Sementara ini masih bisa diakses pejalan kaki dan kendaraan roda dua bagi masyarakat yang berani. Namun tentu penuh risiko. Untuk penanganan sementara mungkin Sabtu depan kalau tidak ada perubahan jadwal pemasangan seling penarik tiang pilon bersama pihak Dinas PU," ungkap Kades.

Ditambahkan Kades, pemasangan seling penarik tiang piton jembatan itu hanya sementara dan tidak dapat digunakan jangka panjang. Hal itu lantaran pondasi penyanggah jembatan memang tidak bisa direhab dan diperbaiki kembali.

"Seling penarik tiang piton itu untuk penahan sementara bang. Kalau perbaikan pastinya harus baru. Karena pondasinya sudah tidak bisa diakalin lagi bang. Harapan kita pastinya pembangunan jembatan permanen. Sebab, akses jembatan itu sangat penting dan menyangkut aktivitas pendidikan, kesehatan, serta perekonomian warga. Selain itu, kalau permanen tentu dapat digunakan jangka panjang," terang Kades.

BACA JUGA: Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Naik Lagi

Masih Kades, dijelaskannya pihaknya telah melakukan upaya dan langkah terkait usulan pembangunan jembatan permanen pengganti jembatan desanya saat ini sebelum kejadian turunnya pondasi jembatan tersebut terjadi.

"Sudah kita usulkan sebelum musibah terjadi. Baik kepada Bupati, Dewan, maupun Gubernur Bengkulu. Ditambah dengan terjadinya musibah kemaren, maka kita kembali usulkan. Namun belum ada langkah konkrit dari instansi terkait untuk merespon usulan kami itu. Saat ini kan keadaannya mendesak. Oleh sebab itu mohon instansi terkait memperhatikan hal ini," demikian Kades.  

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: