Sawit dan Karet Tak Bisa Dipanen Karena Ini

Sawit dan Karet Tak Bisa Dipanen Karena Ini

Inilah kondisi jalan penghubung Desa Kinal Jaya, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara -Berlian-

 

NAPAL PUTIH, RADARBENGKULUONLINE.COM - Kondisi jalan penghubung Desa Kinal Jaya, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

Jalan penghubung Desa Kinal tersebut dalam kondisi berlumpur dan licin. Bahkan saat ini jalan itu tidak bisa dilewati seluruh jenis kendaraan meski kendaraan roda dua sekali pun.

Jalan yang masih berstruktur tanah kuning ini tidak dapat dilalui lantaran akibat curah hujan yang tinggi beberapa minggu belakangan hingga mengubah jalan tersebut bak kubangan kerbau.

Kerusakan jalan yang menjadi urat nadi perkonomian dan pendidikan ini telah lama dikeluhkan masyarakat. Karena di setiap musim penghujan, masyarakat mengalami kesulitan untuk beraktivitas akibat jalan yang berlumpur dan licin.

Namun, tindakan serius belum dilakukan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait. Parahnya, saat dikonfirmasi salah seorang masyarakat Desa Kinal mengatakan, dirinya bersama masyarakat lain yang berprofesi sebagai petani sawit dan karet telah satu bulan tidak memanen hasil pertanian.

Hal itu lantaran mereka dilarang untuk memanen sawit dan menyadap karet oleh tengkolak yang mustahil dapat mengeluarkan hasil pertanian tersebut.

"Jalan ini setiap tahun pasti seperti ini. Namun tidak pernah ada tindakan serius pemerintah untuk memperbaikinya. Saat ini kami kembali mengalami kesulitan. Bahkan udah lebih satu bulan kami tidak ada penghasilan lantaran hasil pertanian kami tidak dapat di panen karena tengkulak masih belum menerima hasil panenan kami karena jalan masih belum bisa dilalui," ujarnya.

Ditambahkannya, kondisi tersebut tentu berdampak kepada perekonomian masyarakat Desa Kinal Jaya. Masyarakat yang tidak dapat mengeluarkan hasil pertanian menjadi penyebab turunnya pendapatan masyarakat Desa Kinal Jaya yang hampir 90 persen sebagai petani.

BACA JUGA:Mantan Sekda Benteng dan PPTK Divonis 1 Tahun Penjara

"Kalau kondisi ini berlangsung hingga akhir tahun, mungkin kami masyarakat Desa Kinal Jaya terancam tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.

Terpisah Kepala Desa Kinal Jaya, Sarwandoyo S.Pd membenarkan hal itu. Dijelaskan Kades, masyarakat yang telah terlanjur memanen hasil pertaniannya terpaksa membusuk lantaran tengkulak tidak mau menerima hasil panenan masyarakat.

"Benar. Udah hampir dua bulan ini masyarakat tidak dapat memanen hasil pertanian. Bahkan ada yang telah terlanjur memanen sawitnya, terpaksa harus membusuk karena toke tidak bisa mengambil," jelas Kades saat dihubungi RADARBENGKULUONLINE.COM kemarin.

Di sisi lain kades terus berupaya untuk selalu mengusulkan pembangunan jalan hingga menuju desa yang beliau pimpin.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Proyek Senilai Rp 25 Miliar Dilimpahkan ke Kejati Bengkulu

"Kita terus upayakan usulan untuk pembangunan jalan hingga ke desa kita. Meski selama ini belum ada hasil, namun kami pantang menyerah untuk memperjuangkannya demi kepentingan masyarakat," demikian Kades.  

 

 

Sumber: