Bengkulu Utara Ikut Rapat Tekan Inflasi dengan Mendagri

Bengkulu Utara Ikut Rapat Tekan Inflasi dengan Mendagri

Sekretaris Daerah H. Fitriyansyah, S.STP, MM mengikuti pertemuan rapat inflasi bersama Menteri Dalam Negeri -Berlian-

 

ARGA MAKMUR, RADARBENGKULUONLINE.COM - Bengkulu Utara diwakili Sekda H. Fitriyansyah S.STP, MM mengikuti rapat inflasi bersama Mendagri secara daring via zoom meeting  di ruangSetdakab, Selasa (24/01).

 

 

 

Rapat diikuti oleh Asisten II, Kabag Perekonomian Pemkab BU, dan staf ahli terkait ini ialah strategi dalam mengatasi kenaikan angka inflasi.

 

 

 

Mendagri RI Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa beberapa komoditas yang mengalami kenaikan bulan lalu antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, beras, kedelai.

BACA JUGA:Sampaikan 5 Tuntutan, Massa Geruduk Kantor Bupati Benteng, Sayangnya Pj Bupati Keluar

BACA JUGA:Soal Sawit, Menteri BUMN Erick Thohir Ada Obrolan Serius Bersama Gubernur Rohidin, Mau Tau?

 

 

 

Terjadi kenaikan harga minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan merek akibat pasokan terhambat. Diangka HET 14.000/L atau 15.500/kg.

 

 

 

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah berupaya memastikan ketersedian pasokan, stabilisasi harga dan komitmen pelaku usaha untuk tetap kondusif.

 

 

 

“Distribusi migor melalui BUMN, beberapa permasalahan yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem di beberapa pelabuhan telah menghambat distribusi ke daerah,”jelasnya.

BACA JUGA:Jalan Poros Rusak, Jembatan Parah, Warga Teluk Sepang Butuh Kehadiran Pemerintah

BACA JUGA:Hati-Hati, Material Longsor Tutup Jalan Nasional Bengkulu - Kepahiang Sudah Disingkirkan

 

 

 

Sementara itu, Sekda H. Fitriyansyah S.STP, MM menerangkan bahwa  Pemkab BU telah menerapkan program tanam berupa cabe, bawang dan tanaman pekarangan.

 

 

 

Program ini, lanjutnya, terus disosialisasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah.

 

 

 

Sehingga, nantinya dapat mengurangi sedikit pengeluaran untuk membeli bahan pokok, dan menjaga produksi komoditas pertanian, sehingga harga terkendali dan inflasi terjaga.

BACA JUGA:Masih Ada 79 Ribu Masyarakat Miskin di Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Siap-Siap, Sunrise Band Akan Merilis Single Pertama

 

 

Gerakan menanam tanam bahan pangan oleh kelompok tani dan wanita, masyarakat juga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pokok multikultural seperti cabe dan bawang, toga.

 

 

 

''Sehingga, ini dapat bermanfaat dan mengurangi sedikit pengeluaran untuk membeli bahan pokok dengan menjaga produksi komoditas daerah untuk menjaga inflasi,” ucapnya.

 

 

 

Beliau juga menjelaskan beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah, melakukan pemantauan penyaluran beras SPHP bekerja sama dengan Bulog.

BACA JUGA:Sindir PLN, Dua Warga Ini Hadiahkan Lampu Teplok Jumbo dan Karangan Bunga

BACA JUGA:Rasa Nendang di Lidah, Harga Santuy di Kantong, Grand Opening RM Padang Serumpun 25 Januari 2023

 

 

 

Kemudian mitigasi stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah masing-masing, melakukan gerakan pangan murah (GPM)  dan penguatan cadangan pangan pemerintah daerah.  

 

 

 

 

Sumber: