Ini Dia PKM UMB-Kemdikbudristek Bagi Masyarakat Petani Peternakan Desa Sukasari, Kabupaten Kepahiang

Ini Dia PKM UMB-Kemdikbudristek Bagi Masyarakat Petani Peternakan Desa Sukasari, Kabupaten Kepahiang

Foto bersama dengan Kelompok Tani Muji Lestari Kabupaten Kepahiang-Yar Azza/ist-radarbengkulu.disway.id

 

Oleh : Neli Definiati, SP,MP; Dr. Islamuddin, SE, MM; dan Ir. Jafrizal, M.Si

(Universitas Muhammadiyah Bengkulu)

 

RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Masyarakat petani di Desa Sukasari, Kecamatan Kabawetan,  Kabupaten Kepahiang pada umumnya disamping berusaha tani tanaman pangan, kebun kopi dan tanaman sayuran sebagai usaha pokoknya, juga memelihara ternak. Diantaranya sapi potong, sapi perah, kambing dan domba sebagai usaha sampingan.

Seiring dengan meningkatnya populasi ternak yang diakui dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat, sebaliknya usaha sampingan ternak ini juga menemui beberapa permasalahan dalam pengembangannya.  

BACA JUGA:Disambut Gembira, Biro Perjalanan Haji Senang Jalur Penerbangan Bengkulu-Jedah Dibuka, Biaya Lebih Murah

 

Dari diskusi mendalam antara tim pelaksana kegiatan program pengabdian masyarakat dengan petani peternak Desa Sukasari, dalam hal ini Kelompok Tani Muji Lestari, terungkap beberapa permasalahan dalam mengembangkan usaha ternaknya.

1. Konsistensi ketersediaan pakan dari limbah pertanian (jerami padi, jagung, dan limbah sayuran) yang melimpah di saat musim panen dan jauh berkurang saat musim tanam, serta musim hujan yang menghambat petani peternak dalam mencari pakan hijauan segar. 

BACA JUGA:Masih Ada Kendala, Pembangunan Gardu Induk PLN Bintuhan Kaur Terancam Gagal, Masyarakat Bisa Rugi

 

2. Limbah padat (feses) yang semakin lama semakin meningkat volumenya, saat ini hanya ditumpuk dan secara alami butuh waktu yang lama agar bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman pertanian.  Sementara limbah cair (urine) belum dimanfaatkan sama sekali dan dibiarkan lepas mencemari lingkungan.   

Berdasarkan permasalahan   tersebut,   maka   disepakati   untuk   mengajukan   program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemdikbudristek dalam menerapkan teknologi fermentasi dalam memperpanjang umur simpan yang sekaligus dapat meningkatkan nilai gizi pakan berbahan hijauan pakan dan limbah pertanian, serta dalam pengolahan limbah ternak padat dan cair menjadi pupuk organik kompos dan biourine  sebagai  sumber  pupuk  yang  ramah  lingkungan  bagi  usaha  taninya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: https://radarbengkulu.disway.id