Jembatan Elevated DDTS Dijamin Kuat Menahan Beban Hingga 16 Ton, Tapi...

Jembatan Elevated DDTS Dijamin Kuat Menahan Beban Hingga 16 Ton, Tapi...

Tejo Suroso menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal konektivitas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang pertumbuhan ekonomi di sekitar Kawasan Danau Dendam Tak Sudah.

Gubernur Rohidin Mersyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam proyek ini, menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:Proyek RS Pratama Ipuh Dibayar Sesuai Progres, Jika Tidak Tuntas?

"Dengan telah diresmikannya jembatan elevated DDTS, mulai hari ini (Kemarin) sudah dibuka untuk umum. Untuk pengerjaan, totalnya mencapai 2 KM dengan badan jembatan sepanjang 450 meter. Saat ini tengah berjalan pematangan lahan untuk penataan lanjutan," terangnya.

 

Pembangunan Jembatan Elevated ini merupakan langka awal Pemprov Bengkulu dalam rencana besar dibalik penataan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Rencana tersebut dibeberkan Gubernur Bengkulu Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah disela-sela peresmian jembatan elevated DDTS,

 

"Dalam perjalanannya pembangunan jembatan elevated, yang termasuk bagian dari upaya penataan DDTS ini sudah mamasuki tahun kedua. Tahun pertama kita melakukan pembebasan lahan, dan tahun kedua atau tahun ini kita melakukan pembangunan fisiknya dan pematangan lahan. Alhamdulillah tahun ini jembatan elevatednya kita resmikan," ungkap Rohidin.

 

Selanjutnya, kata Rohidin, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu dan instansi lainnya mulai menata pintu air, serta mematangkan perencanaan dan pengawasan di sekitar DDTS untuk penataan wisata.

"Semuanya bakal dimulai pada tahun depan. Tahun depan juga kita mulai melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan kolam retensi," kata Rohidin.

 

Kolam rentensi ini, lanjut Rohidin, salah satu sarana yang dibutuhkan untuk mengatasi atau menanggulangi bencana banjir di wilayah Kota Bengkulu. "Dimana kita merencanakan penataan DDTS terintegrasi dengan pembangunan kolam retensi. Dengan demikian kita tidak hanya fokus pada penataan wisata saja, tapi juga penanggulangan banjir," jelas Rohidin.

 

Menurutnya, dalam implementasinya nanti, DDTS menjadi center poinnya yang kemudian diintegrasikan dengan kolam retensi. Sehingga dengan integrasi ini banyak dampak positif yang dihasilkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: