Bank Indonesia Catat Ada 224.930 Pengguna QRIS di Provinsi Bengkulu dan Akan Terus Mengalami Peningkatan

sistem pembayaran di Provinsi Bengkulu selalu menunjukkan tren yang beragam pada perkembangan sistem pembayaran tunai maupun nontunai-Ist-
Pada awal tahun 2024 Bank Indonesia mencatat sudah terdapat 224.930 lebih pengguna atau tumbuh sebesar 76,43% year on year (yoy).
Kemudian, sepanjang tahun 2023 KPwBI Provinsi Bengkulu juga telah melaksanakan 75 kegiatan yang baik berupa sosialisasi kepada berbagai segmen masyarakat ataupun koordinasi dengan perbankan dan berbagai instansi terkait.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan aksesibilitas dan kemudahan transaksi bagi semua lapisan masyarakat. Serta, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi digital.
Tidak hanya pengguna QRIS yang terus meningkat, tetapi jumlah merchant QRIS juga ikut meningkat. Saat ini terdapat 153,798 merchant atau meningkat sebesar 32%.
Dalam hal ini KPwBI Provinsi Bengkulu terus bersinergi dengan PJP, baik bank maupun non bank untuk peningkatan akusisi merchant dengan fokus utama adalah UMKM.
"Peningkatan ini adalah hasil dari sinergi yang baik antara Bank Indonesia dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan UMKM untuk mendorong ekosistem digital," ujar Darjana.
Lebih lanjut, terjadi pergeseran dalam preferensi masyarakat dari Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) ke BI-FAST, yang menyebabkan penurunan nominal transaksi SKNBI sebesar 22% di Januari 2024.
Namun, transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) mengalami tren kenaikan, dengan peningkatan nominal transaksi mencapai 29% year-on-year pada Februari 2024.
"Dalam hal ini, kami berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai, seiring dengan upaya kami dalam memastikan kecukupan uang tunai diperbankan dan masyarakat, terutama selama periode kritis seperti pemilu dan bulan Ramadan," tutup Darjana.
Dengan berbagai upaya pengendalian dan inovasi dalam sistem pembayaran, Bengkulu berupaya mencapai keseimbangan antara kebutuhan tunai dan percepatan transaksi digital. Sebagai bagian dari respons adaptif terhadap dinamika ekonomi dan sosial masyarakatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: