Jangan Hanya Fokus Temui Para Tokoh, Suara Gen Z Juga Menjadi Penentu Kemenangan di Pilkada

Jangan Lengah, Suara Gen Z di Pilkada Serentak Bisa Menjadi Penentu Kemenangan -Poto ilustrasi-
Fenomena ini tidak hanya berpengaruh pada sikap Gen Z terhadap politik, tetapi juga terhadap cara mereka berpartisipasi dalam Pilkada.
Banyak di antara mereka yang memilih berdasarkan pengaruh keluarga atau teman sebaya.
Sementara sebagian lainnya rentan terhadap praktik politik uang.
Lebih buruk lagi, kecenderungan golput atau tidak menggunakan hak pilihnya juga lebih tinggi di kalangan Gen Z dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Hal ini menjadi ancaman serius bagi proses demokrasi yang sehat dan adil.
Untuk mengatasi tantangan ini, Alfarabi menyarankan agar para kandidat serta penyelenggara Pilkada menggunakan pendekatan yang lebih sesuai dengan cara berpikir dan gaya hidup Gen Z.
“Kampanye yang menarik perhatian mereka harus didesain dengan cara yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Generasi ini sangat dekat dengan teknologi, sehingga kampanye berbasis media sosial yang interaktif akan jauh lebih efektif,” ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa Gen Z adalah generasi yang lebih menyukai sesuatu yang praktis, kreatif, dan kekinian.
Oleh karena itu, metode kampanye yang kaku dan formal tidak akan menarik bagi mereka.
“Gen Z adalah generasi yang tidak ingin ribet. Mereka menginginkan sesuatu yang sederhana, tetapi tetap kreatif dan menarik. Jika kandidat ingin menarik perhatian mereka, kampanye harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan mereka,” lanjut Alfarabi.
Selain strategi kampanye yang lebih interaktif, Alfarabi juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif Gen Z dalam proses kampanye itu sendiri.
Menurutnya, daripada calon berusaha keras untuk terlihat seperti Gen Z, akan lebih efektif jika kandidat melibatkan tokoh-tokoh muda dari kelompok ini sebagai duta atau juru kampanye.
“Daripada kita mencoba menjadi seperti Gen Z, lebih baik kita melibatkan mereka secara langsung. Biarkan mereka yang mengajak teman-temannya sendiri untuk terlibat dalam proses Pilkada. Dengan demikian, pendekatan tersebut akan jauh lebih efektif,” tegasnya.
Pendekatan ini tidak hanya bermanfaat untuk menarik partisipasi, tetapi juga dinilai dapat menyampaikan pesan kampanye, visi, dan misi kandidat dengan lebih baik.
Penggunaan figur-figur dari kalangan Gen Z sebagai penghubung dengan kelompok pemilih muda lainnya akan memberikan efek yang lebih besar dalam menggerakkan partisipasi dalam Pilkada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: