Ini Daftar Penyakit yang Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan Tahun 2025 dan Daftar Penyakit yang Tidak Ditanggung
Daftar Penyakit yang Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan Tahun 2025-poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU, JAKARTA - Ada yang baru dari BPJS Kesehatan tahun 2025. Apa itu? BPJS Kesehatan mengeluarkan daftar penyakit yang bisa ditanggung dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan terbaru mulai Janauri 2025 mendatang.
Seperti dikutip dari laman DISWAY.ID, pemerintah menyediakan program layanan masyarakat Indonesia berupa BPJS yang mana sifatnya wajib. Jadi bagi warga yang sakit tidak lagi harus membayar saat berobat ke RS dengan catatan sudah bekerjasama dengan BPJS.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018, daftar penyakit yang dapat ditanggung dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan telah ditetapkan. BPJS Kesehatan memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis penyakit dan kondisi medis tertentu.
1. Penyakit Infeksi
BPJS Kesehatan akan menanggung penyakit infeksi seperti kejang demam, tetanus, HIV/AIDS tanpa komplikasi, influenza, pertusis, faringitis, tonsilitis, laringitis, pneumonia, bronkopneumonia, tuberkulosis paru tanpa komplikasi, hepatitis A, disentri basiler, disentri amuba, demam dengue, malaria, leptospirosis tanpa komplikasi, reaksi anafilaktik.
BACA JUGA: Pasien BPJS di RSUD M Yunus Bengkulu Masih Disuruh Beli Obat di Luar? Ini Respon Dirut
BACA JUGA:Akibat Tolak Pasien Kecelakaan Lalu Lintas, 2 Rumah Sakit Diberi Teguran Keras
2. Gangguan Sistem Saraf
BPJS Kesehatan juga akan menanggung penyakit yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf seperti tension headache, migraine, Bell's Palsy, vertigo (Benign paroxysmal positional Vertigo), gangguan somatoform, insomnia.
3. Penyakit Mata
Benda asing di konjungtiva, konjungtivitis, perdarahan subkonjungtiva, mata kering, blefaritis, hordeolum, trikiasis, episkleritis, hipermetropia ringan, miopia ringan, astigmatism ringan, presbiopia, buta senja.
4. Penyakit Telinga
Otitis eksterna, otitis media akut, serumen prop.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: