Krisis BBM di Bengkulu, Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Alur Pulau Baai

Krisis BBM di Bengkulu, Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Alur Pulau Baai

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Kritis Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Janjikan Solusi Konkrit-Windi-

 

RADAR BENGKULU – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja perdana ke Bengkulu dengan agenda utama meninjau kondisi kritis Pelabuhan Pulau Baai, Selasa (27/5). Kedatangan Gibran disambut antusias oleh pemerintah daerah dan masyarakat Bengkulu yang selama ini bergantung pada pelabuhan tersebut.  

Tiba sekitar pukul 14.50 WIB, Gibran langsung menuju pelabuhan dengan didampingi Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bengkulu. Dengan menaiki Kapal Tanker (KT) Bunga Raflesia I.206, rombongan Wapres memantau langsung pendangkalan alur pelabuhan yang telah mencapai tahap mengkhawatirkan.  

Gubernur Helmi Hasan dalam pemaparannya menyebut pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai sudah sangat parah.

"Alur ini seharusnya dimaintenance rutin, tapi baru ditangani setelah semua berteriak. Sekarang, alur yang seharusnya laut, malah seperti lapangan golf," ujarnya.  

Pulau Enggano, terpukul berat. Hasil pertanian dan perikanan warga Enggano seringkali tidak bisa diekspor karena kapal besar tidak bisa bersandar.

"Banyak komoditas akhirnya terbuang ke laut atau dijual dengan harga sangat murah," keluh Helmi.  

BACA JUGA: Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu Memanas dan Diwarnai Walk Out

Selain itu, akibat dari pendangkalan pulau Baai, saat ini Kota Bengkulu dan beberapa Kabupaten juga terdapat krisis BBM.

Kemudian Helmi Hasan, meyakinkan persoalan pendangkalan alur ini segera teratasi dengan tibanya kapal keruk berkapasitas besar Costa Fortuna III.

Ia menjelaskan, dari hasil rapat bersama pihak PT Pelindo II dan Tim Teknik PT Rukindo yang melakukan pengerukan, diketahui pengerjaan akan dimulai pada 29 Mei mendatang.

"Teknisnya sudah dimulai sekarang, eksekusinya dimulai 29 Mei. Kapal keruknya besar dan pipa-pipa pun besar, sehingga prosesnya akan lebih cepat dari yang kemarin in shaa Allah," ujar Helmi.

Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menjelaskan bahwa pengerukan sementara telah dilakukan agar kapal ke Enggano bisa melintas. Namun, gempa 23 Mei lalu kembali mengganggu.

"Kami sekarang menggunakan kapal keruk lebih besar untuk mencapai kedalaman -6,5 meter LWS (Low Water Spring)," jelas Arif.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: