Ramadan sebagai Madrasah Iman
Ilham Robbyansa-Adam-
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca yang dimuliakan Allah Swt, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Ramadan sebagai Madrasah Iman.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Ilham Robbyansa. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Besar Al-Amin, Jalan RE Martadinata Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
1. Ramadan Mendidik Iman Melalui Keikhlasan
Ma’asyiran Muslimin Rahimakumullah
Salah satu dampak terbesar dari ibadah puasa adalah tumbuhnya keikhlasan. Keikhlasan merupakan buah yang diraih seorang muslim dari puasanya. Hal ini karena puasa adalah ibadah yang bersifat tersembunyi. Hanya antara seorang hamba dengan Rabb-nya.
Puasa mendidik seorang mukmin untuk mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan seluruh amal hanya kepada-Nya semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun.
Ikhlas adalah memurnikan niat ibadah hanya untuk Allah, membersihkan amal dari keinginan dipuji manusia, serta menyelaraskan antara lahir dan batin, tanpa mencari pengakuan selain dari-Nya.
2. Ramadan Menguatkan Iman dengan Kedekatan kepada Allah melalui Doa
Ma’asyiran Muslimin Rahimakumullah
Terdapat keterkaitan yang sangat kuat antara puasa dan doa. Hal ini terlihat dari penempatan ayat Allah.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini terletak di antara ayat-ayat tentang puasa, sebagai penegasan adanya hubungan erat antara puasa dan doa. Puasa merupakan keadaan yang sangat diharapkan terkabulnya doa. Dalil-dalil menunjukkan keutamaan berdoa saat berpuasa, dan seorang mukmin sangat diharapkan doanya dikabulkan apabila syarat-syaratnya terpenuhi dan penghalangnya tidak ada.
Itulah kenapa doa itu disebut senjata orang mukmin. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Shahih-nya, dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa adalah senjata kaum mukminin dan merupakan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi.”
Keadaan seorang mukmin saat berpuasa sangat layak untuk dikabulkan doanya. Karena, ia berada dalam kondisi dekat dengan Rabb-nya. Akibat jiwanya yang tunduk, kelelahan, dan kelemahan dirinya di hadapan Allah.
3. Ramadan Menanamkan Iman kepada Hari Akhir melalui Syafaat
Ma’asyiran Muslimin Rahimakumullah
Puasa juga mengandung penetapan adanya syafaat pada hari kiamat. Puasa termasuk di antara amalan yang diberi kemampuan untuk memberi syafaat. Allah mengkhususkannya dengan syafaat karena keagungan kedudukannya dan besarnya keutamaannya. Dengan izin Allah, puasa menjadi pemberi syafaat bagi seorang mukmin pada hari kiamat.
Dalam hadits disebutkan:
“Sesungguhnya puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
4. Ramadan Melatih Iman untuk Mengharap Ampunan Allah
Ma’asyiran Muslimin Rahimakumullah
Puasa juga mengandung penetapan sifat al-‘afwu (Maha Pemaaf) bagi Allah, sesuai dengan keagungan-Nya. Allah mensyariatkan puasa agar sifat ini tampak pada hamba-hamba-Nya yang berpuasa, bahwa Dia memaafkan orang yang berbuat dosa dan melapangkan kesalahan orang yang khilaf. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan dan maaf kepada Allah pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan dengan doa:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. at-Tirmidzi)
Ma’asyiran Muslimin Rahimakumullah
Demikian khutbah Jumat kita, semoga bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. Semoga Ramadan tahun ini berkah untuk kita dan meningkatkan keimanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
