Sistem Harga Tiket Piala Dunia Dinilai Tidak Transparan

Sistem Harga Tiket Piala Dunia Dinilai Tidak Transparan

Trofi Piala Dunia 2026-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta - Organisasi pendukung sepak bola Eropa mendesak Komisi Eropa untuk segera turun tangan terkait dugaan praktik monopoli oleh FIFA dalam penjualan tiket Piala Dunia FIFA 2026.

Seperti dikutip dari laman disway.id, seruan ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap kebijakan harga tiket yang dinilai tidak transparan dan memberatkan penggemar sepak bola, khususnya di Eropa.

BACA JUGA:Menteri Agama: Teknologi Harus Dipandu dengan Nilai Agama



Dua organisasi konsumen dan suporter, Euroconsumers dan Football Supporters Europe (FSE), secara resmi telah mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa. Mereka menuding FIFA melanggar Pasal 102 Perjanjian tentang Fungsi Uni Eropa, yang bertujuan mencegah penyalahgunaan posisi dominan di pasar.

Berdasarkan laporan tersebut, FIFA dianggap memiliki kontrol penuh atau “monopoli absolut” dalam distribusi tiket Piala Dunia, sehingga berpotensi menetapkan kebijakan harga secara sepihak. Fokus utama kritik tertuju pada penerapan dynamic pricing atau penetapan harga dinamis oleh FIFA.



Dengan menggunakan sistem ini memungkinkan harga tiket:
1.  Naik saat permintaan tinggi
2.  Turun ketika minat pembelian rendah


Walaupun  metode ini umum digunakan di industri lain, FSE menilai penerapannya dalam sepak bola justru merugikan penggemar. Selain itu, FIFA juga dituding menggunakan mekanisme yang kurang transparan, termasuk biaya tambahan tinggi dalam proses penjualan kembali tiket.

Sedangkan perwakilan Euroconsumers, Marco Scialdone, menilai kebijakan tersebut telah mengubah sepak bola dari olahraga rakyat menjadi komoditas mahal. Ia menyebut praktik tersebut memberikan beban finansial yang tidak adil bagi jutaan penggemar, terutama menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia.

Untuk itu, mereka mendesak Komisi Eropa untuk segera mengambil langkah sementara guna menghentikan praktik yang dianggap eksploitatif sebelum turnamen 2026 dimulai.

FIFA Tetap Bertahan dengan Kebijakan Harga
Di sisi lain, Presiden FIFA, Gianni Infantino beberapa kali membela kebijakan harga tiket yang diterapkan organisasinya.


Ia menegaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk menyesuaikan permintaan pasar sekaligus memastikan distribusi tiket berjalan efektif.


Walaupun begitu, kritik dari kelompok suporter dan organisasi konsumen terus menguat, menambah tekanan terhadap FIFA menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: