Presiden Prabowo Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Presiden Prabowo Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Pidato Presiden Prabowo dalam pengantar Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN 2027 pada target pembangunan nasional pada 2027-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari asumsi dasar ekonomi makro dalam penyusunan RAPBN 2027.

Seperti dikutip dari laman harian disway, hal itu disampaikan Prabowo saat pidato pengantar Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta.

BACA JUGA:Siapa Saja Boleh Ikut, Bahlil Buka Lelang 118 Wilayah Kerja Migas



Kata Prabowo, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen utama negara untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar dan sendi ekonomi bangsa,” ujar Prabowo pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam asumsi makro ekonomi 2027, pemerintah juga menetapkan target inflasi berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Sementara nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Adapun suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok di kisaran 6,5 sampai 7,3 persen. 

Pemerintah juga menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD70 hingga USD95 per barel. Di sektor energi, lifting minyak mentah ditargetkan mencapai 602–615 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas bumi diproyeksikan berada pada level 934–977 ribu barel setara minyak per hari.

Kemudian, Prabowo menegaskan seluruh asumsi tersebut disusun sebagai dasar menjaga kesinambungan pembangunan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.  “Setiap rupiah yang dirancang dalam APBN memiliki tujuan besar, yaitu melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional,” katanya.

Di samping asumsi ekonomi makro, pemerintah juga menetapkan sejumlah target pembangunan nasional pada 2027. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0–6,5 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan berada di kisaran 4,30–4,87 persen. Pemerintah juga membidik rasio gini pada level 0,362–0,367 sebagai indikator pemerataan ekonomi. Sementara indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,575.

Dalam postur APBN 2027, pendapatan negara diperkirakan berada di kisaran 11,82–12,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sedangkan belanja negara diproyeksikan sebesar 13,62–14,80 persen PDB. Adapun defisit anggaran dirancang tetap terjaga pada level 1,80–2,40 persen PDB.

Prabowo mengatakan APBN 2027 diharapkan menjadi jembatan antara target pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: