Presiden Prabowo Subianto Ultimatum Kepala-Kepala Daerah

Presiden Prabowo Subianto Ultimatum Kepala-Kepala Daerah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah pusat siap turun tangan jika kebutuhan rakyat tak mampu ditangani kepala daerah-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  – Presiden Prabowo Subianto memberi peringatan kepada kepala daerah agar cepat merespons kebutuhan masyarakat.

Seperti dikutip dari laman harian disway, ia menegaskan pemerintah pusat siap turun tangan apabila persoalan yang disampaikan warga tidak mampu diselesaikan pemerintah daerah. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.

BACA JUGA: Febrie Adriansyah Masih Ngotot Bukan Pemilik Emas 74 Kg



"Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat," ujar Prabowo.

Lalu, Prabowo berbicara soal pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah. Salah satunya pembangunan jembatan di berbagai desa yang disebut telah mendekati 2.500 unit. "Prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita reaksi. Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia. Yang banyak tidak diingat oleh banyak elite Indonesia," sambung Prabowo.

Bukan hanya jembatan, Prabowo juga menyebut puluhan ribu sekolah sudah diperbaiki. Pemerintah menargetkan jumlah sekolah yang diperbaiki mencapai lebih dari 70 ribu hingga akhir 2026 dan meningkat menjadi 100 ribu pada 2027.

"Jadi saya kira sangat banyak hasil yang kita lakukan, perbaikan yang kita lakukan. Puluhan ribu sekolah sudah kita perbaiki. Akhir tahun ini mungkin lebih 70 ribu. Tahun depan target kita 100 ribu," ujarnya.

Lalu, Puskesmas juga menjadi perhatian pemerintah, terutama yang sudah lama tidak diperbaiki. Prabowo menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki dalam tiga tahun mendatang.

Puskesmas yang sudah puluhan tahun tidak mendapat perbaikan juga menjadi perhatian pemerintah. "Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki," tegasnya

Prabowo juga membahas dana desa yang sudah diberikan pemerintah selama sekitar 10 tahun. Menurutnya, anggaran sekitar Rp 1 miliar per desa setiap tahun seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat, termasuk pembangunan jembatan.

"Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta. Yang besar mungkin Rp 2 miliar, Rp 3 miliar. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu. Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini," ujarnya. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: