Cara Membuat Arsik Ikan Mas, Kuliner Khas Sumatera Utara

Cara Membuat Arsik Ikan Mas, Kuliner Khas Sumatera Utara

Arsik ikan mas adalah makanan khas Batak Sumatera Utara yang dimasak dengan bumbu kuning dan andaliman. Simbol adat, kaya rempah, dan penuh makna budaya-Tim Redaksi/rakyatbengkulu.com-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Medan - Sumatera Utara memiliki kekayaan tradisi yang tercermin langsung melalui kulinernya. Salah satu yang paling ikonik adalah arsik ikan mas atau dikenal dengan nama Dekke Na Niarsik. 

Seperti dikutip dari laman sumut.disway.id, masakan khas dari rumpun suku Batak, khususnya Batak Toba ini, mengandalkan kekuatan rempah alami tanpa menggunakan minyak goreng.

BACA JUGA:Instansi Alami Pemangkasan, BGN Malah Dapat Anggaran Terbesar di RAPBN 2027



Untuk karakteristik utama hidangan ini terletak pada bumbu kuningnya yang padat. Rasa masakan merupakan perpaduan gurih, pedas, serta asam segar dari penggunaan asam gelugur atau asam cikala. Sensasi paling khas muncul dari andaliman, merica lokal Sumatera Utara yang memberikan efek getir segar di lidah.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahkan telah menetapkan hidangan ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Pendaftarannya sudah selesai sejak tahun 2011 silam.

Sejarah dan Makna Filosofis dalam Adat
Bagi masyarakat Batak Toba, Dekke Na Niarsik bukan sekadar menu makan siang biasa. Hidangan ini merupakan simbol berkat, kesucian hati, dan karunia kehidupan yang wajib hadir dalam upacara daur hidup, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga meninggal dunia.

Sedangkan aturan penyajiannya sangat ketat dan tidak boleh sembarangan. Ikan mas harus tersaji utuh dari kepala hingga ekor, serta sisiknya tidak boleh dibuang sebagai lambang gambaran utuh kehidupan manusia. Pemotongan ikan sangat dilarang karena dianggap bisa memutus harapan garis keturunan bagi penerimanya.

Saat diletakkan di atas piring, ikan wajib menghadap ke arah penerima berkat dalam posisi seperti sedang berenang. Jika jumlahnya lebih dari satu, barisan ikan harus sejajar. Dalam istilah Batak, posisi ini disebut Dekke Si Mundur, yang bermakna agar keluarga penerima bisa berjalan beriringan menuju tujuan yang sama saat menghadapi rintangan.

Kemudian, jumlah ikan yang diserahkan juga memiliki arti khusus dan harus selalu ganjil. Untuk pasangan baru menikah, orang tua pihak perempuan memberikan satu ekor ikan mas betina yang bertelur. Pemberian ini melambangkan bersatunya dua insan dan harapan agar menantu segera mendapat keturunan.

Sementara itu, tiga ekor ikan diberikan untuk menyambut kelahiran anak pertama sebagai simbol bertambahnya anggota keluarga baru. Jumlah lima ekor diperuntukkan bagi orang tua yang sudah memiliki cucu, sedangkan tujuh ekor hanya boleh disajikan untuk pemimpin bangsa Batak.

Bahan Membuat Ikan Mas Arsik
Sedangkan proses memasak ikan arsik menggunakan teknik mangarsik, yang berarti mengeringkan kuah hingga bumbu menyerap sempurna. Bahan-bahan utamanya meliputi :
ikan mas segar, 
asam cekala, 
bunga kecombrang, 
lokio atau bawang batak,  
kacang panjang, 
dan serai.

Untuk bumbu halus:
kunyit, 
jahe, 
lengkuas, 
kemiri, 
kacang tanah, 
bawang merah, 
bawang putih, 
cabai merah, 
daun jeruk, 
daun salam, 
garam, 
serta andaliman.

Cara Membuatnya
Untuk langkah pertama, dimulai dengan membersihkan ikan mas dan membelah perutnya, namun tetap mempertahankan sisik utuh. Lumuri seluruh badan ikan dengan bumbu halus hingga merata.

Langkah kedua , masukkan sebagian kacang panjang dan serai ke dalam perut ikan. Sisa batang serai lainnya ditata di dasar wajan sebagai alas pelindung agar kulit ikan tidak gosong.

Selanjutnya, letakkan ikan mas dan potongan bunga kecombrang di atas tumpukan serai tersebut. Tuangkan air secukupnya sampai seluruh badan ikan terendam.

Tutup wajan dengan rapat, lalu masak menggunakan api kecil. Biarkan proses perebusan berjalan lama sampai air kuah menyusut, mengering, dan bumbu meresap total ke dalam daging ikan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: