Sidang Jamaah Jumat yang dimulyakan Allah SWT
Sesungguhnya cinta kepada Allah SWT itu bukan hanya pengakuan lisan dan bukan pula khayalan dalam angan-angan.
Namun, ia harus disertai sikap mengikuti Rasulullah SAW, melaksanakan petunjuknya, dan mengikuti manhajnya dalam kehidupan,” kata Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an.
Barangsiapa yang mencintai Allah dengan sebenar-benarnya cinta, maka hendaklah ia dengan hatinya mencintai apa yang Allah cintai dan rasul-Nya, dan membenci apa yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya.
Maka kalau kita kembangkan bahwa kita dalam menentukan pilihan kepada seorang calon pemimpin adalah harus atas dasar seberapa kuatnya kecintaan dia kepada Allah dan Rasul Nya, sehingga pemimpin itu nanti akan mengarahkan rakyatnya kepada sesuatu yang Allah dan Rasul tuntunkan.
Sidang Jamaah Jumat yang mulia
Dalam sebuah hadits tentang jati diri lelaki dalam riwayat ad-Daru Quthni. Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan dalam kitab al-Fath bahwa lelaki tersebut adalah Dzul Khuwaishirah, orang dari Yaman yang begitu bahagia setelah mendengar jawaban Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW mengabarkan bagaimana keadaan manusia dikumpulkan di akhirat kelak : Artinya : Dari Abdullah yaitu Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu , beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Ada orang tua yang berasal dari pedalaman mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Orang itu bertanya, “Wahai Muhammad ! Kapankah hari kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menyambut hari kiamat?”
Orang itu menjawab, “Tidak ada. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar sebagai Nabi! Saya tidak mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja saya mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” Lalu orang tua itu pergi lalu kencing di masjid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah SAW dalam merespon orang yang bertanya menempuh metode orang bijak. Yaitu merespon penanya bukan dengan sesuatu yang dia inginkan. Tapi, dengan sesuatu yang penting atau bahkan lebih penting.
Sabda Rasulullah SAW bersabda : Artinya: Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai.