Mari kita simak sejenak keteguhan cinta Abu Bakar kepada Rasulullah SAW.
Dalam perjalanan Hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah SAW dan Sayyidina Abu Bakar Siddiq ra memutuskan untuk berteduh di sebuah gua bernama Gua Tsur. Di sini mereka bersembunyi selama tiga hari.
Sayyidina Abu Bakar RA bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidina Umar ibn Khattab RA, “Aku bersumpah demi Allah bahwa kamu (Nabi) tidak akan memasuki gua sebelum aku melakukannya, karena jika ada sesuatu di dalamnya, aku akan diserang oleh itu, dan bukan kamu. "
Kemudian dia memasuki gua dan menyapu dan menemukan beberapa lubang di sisinya. Dia merobek sepotong pakaiannya dan menutup lubang dengan itu. Karena masih ada dua lubang yang tersisa, dia memasukkan kakinya ke dalamnya dan menyuruh Rasulullah untuk masuk ke dalam gua. Setelah dia melakukannya Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuan Sayyidina Abu Bakar dan tertidur.
Salah satu kaki Sayyidina Abu Bakar disengat ular di dalam lubangnya. Namun ia tidak bergerak karena takut mengganggu Rasulullah SAW dan membangunkannya dari tidurnya. Dia memasukkan jari kakinya ke dalam lubang ular dan ular menghisap efek gigitan beracun dengan mulutnya.
Semua itu dia lakukan karena cinta di dalam hati Abu Bakar kepada Rasullah Muhammad SAW. Ibaratnya, bagi dirinya baginda nabi adalah segalanya. Ibarat seorang kekasih, semua yang dilakukannya adalah untuk kekasihnya itu.
Akibat, efek racun ular yang menggigitnya, sempat membuat air mata Sayyidina Abu Bakar Siddique bercucuran karena sakitnya. Dan Nabi Suci SAW bertanya kepadanya tentang apa yang mengganggunya. Dia berkata, " Ya rasul! Seekor ular terus menerus memasukkan taring beracunnya ke jari kakiku di lubang ini," jawab Abu Bakar ra.
Mendengar itu, Nabi Muhammad SAW memintanya untuk segera melepaskan jari kakinya dari lubang. Namun lagi-lagi Abu Bakar menjawab, "Ya Rasulullah! Jika saya melakukannya, itu akan mengganggu Anda. Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab sembari terseyum,"Jangan khawatir, ular itu mencintaiku, ia hanya ingin melihatku."
Kemudian, Sayyidina Abu Bakar Siddiq melepaskan kakinya dan Nabi Muhammad SAW mengoleskan air liurnya yang diberkati pada gigitan ular itu. Hal ini segera membuat Sayyidina Abu Bakar Siddique ra merasa lega. Bahaya berlalu dan efek beracun itu dihilangkan atas perintah Allah SWT. Ular itu keluar dari lubang dan memenuhi keinginannya untuk melihat Nabi Muhammad SAW.
Sidang Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT
Dari kisah tersebut, bahwa Abu Bakar melakukan itu semua karena keyakinan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak ada keragu-raguan dan pasti benarnya dan akan membawa kebahagian di akhirat nanti, karena akan dikumpulkan bersama orang yang dia dicintai itu. Sedangkan Rasulullah SAW pasti ditempatkan di surgaNya.