Program Semi Militer Anak Nakal Masih Dikaji, Gubernur Helmi Siapkan Dua Lokasi

Minggu 11-05-2025,13:28 WIB
Reporter : Windi
Editor : Syariah muhammadin

Rencananya, psikolog profesional juga akan dilibatkan selama program berjalan. Tujuannya agar pendekatan yang dilakukan bisa sesuai dengan kondisi psikologis masing-masing peserta.

 

“Kami ingin program ini tidak cuma bersifat seremonial. Harus benar-benar menyentuh ke dalam diri anak-anak. Kita mau hasilnya nyata,” tegasnya.

 

Program ini ditujukan bagi anak-anak yang dianggap bermasalah atau “nakal”. Namun, pemerintah tetap hati-hati dalam menentukan siapa saja yang layak masuk program ini. Kriteria usia menjadi salah satu pertimbangan utama.

 

“Karena anak-anak ini juga masih sekolah, kita akan menyesuaikan jadwal pelaksanaan agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah,” ujar Khairil.

 

Durasi pembinaan sendiri diperkirakan berlangsung selama tiga hingga lima hari. Dalam waktu singkat itu, peserta akan mengikuti sejumlah aktivitas yang dirancang untuk membentuk kedisiplinan, menumbuhkan tanggung jawab, dan memperbaiki perilaku.

 

“Kita tidak mau terlalu lama, karena bisa mengganggu sekolah. Tapi juga tidak terlalu singkat agar ada dampak yang terasa. Jadi kita cari pola yang pas,” sambung Khairil.

 

Ia juga menegaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah menyempurnakan kurikulum sebagai fondasi dari program tersebut. Jika kurikulum sudah selesai dirancang dan disetujui, program bisa langsung dijalankan.

 

“Begitu kurikulum selesai, tinggal jalan. Kita targetkan secepatnya. Kalau bisa dalam waktu dekat sudah mulai diterapkan,” ujar Khairil.

 

Kategori :