Iktibar Peristiwa Isra Wal Mikraj Nabi Muhammad SAW

Jumat 16-01-2026,00:14 WIB
Reporter : Adam
Editor : Azmaliar Zaros

Allah SWT berfirman di dalam surat At Taubah ayat 18 yang artinya:

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Hadirin Yang kami Hormati

Kedua, Israk Mikraj juga membuktikan luas dan banyaknya ilmu Allah yang dimiliki, sehingga apa yang mustahil bila dilihat dari ilmu manusia menjadi mungkin bagi ilmu Allah SWT, ini menggambarkan bahwa ilmu Allah itu amat luas dan amat banyak. Sementara ilmu yang dimiliki manusia sangat sedikit dan sangat terbatas. Ini sekaligus membenarkan firman Allah yang artinya:

“Dan tidaklah kamu diberi ilmu pengetahuan melainkan sedikit.” (QS Al Isra? : 85)

 

Masyiral Muslimin rahimakumullah

Ketiga dari Israk dan Mikraj adalah memperkokoh loyalitas atau kesetiaan Nabi Muhammad SAW, kepada Allah SWT. Hal ini karena Israk dan Mikraj itu terjadi ketika Nabi berada dalam kondisi yang berduka dengan wafatnya Sayyidah Khodijah dan wafatnya pamannya Abu Thalib.

Dengan Israk dan Mikraj itulah Allah SWT sebenarnya ingin menegaskan kepada Nabi bahwa boleh saja bahwa ada manusia membantu perjuangan nabi, tetapi seorang nabi tidak pantas terlalu tergantung kepada manusia.

Ketergantungan dan mengharapkan perlindungan ini hanya pantas kepada Allah SWT, bukan kepada manusia. Allah berfirman:

“Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) … “ (QS. Al Baqarah : 257)

Keempat, hikmah dari Isra dan Miraj adalah memperkokoh semangat dakwah. Hal ini karena sekembalinya Rasul SAW, dari Isra dan Miraj, beliau semakin menunjukkan semangatnya dalam dakwah meskipun orang-orang kafir semakin berani dan biadab dalam menghalang-halangi laju dakwah Rasulullah SAW.

Hinga puncaknya adalah harus dihindarinya pertumpahan darah, maka Nabi dan para sahabat diperintah oleh Allah untuk hijrah dari Makkah ke Madinah. Keharusan kita untuk menunaikan tugas dakwah secara serius memang dikemukakan oleh Allah SWT, dalam Al-Quran yang artinya:

“Dan Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104)

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah

 Yang kelima dari hikmah Isra dan Mikraj adalah semakin menumbuhkan Izzah atau harga diri sebagai muslim. Itulah sebagaimana yang ditunjukkan Nabi SAW, setelah Israk dan Mikraj dan memang begitulah seharusnya seorang muslim.

Kategori :