Waktu pembelian dollar sangat berpengaruh. Usahakan membeli dollar saat nilai tukar rupiah sedang menguat atau kurs berada di level yang relatif rendah. Hindari membeli secara terburu-buru ketika kurs sedang melonjak tajam.
4. Menabung Secara Bertahap
Daripada membeli dollar dalam jumlah besar sekaligus, menabung secara bertahap (dollar cost averaging) dapat mengurangi risiko fluktuasi kurs. Cara ini membantu mendapatkan nilai rata-rata kurs yang lebih stabil dalam jangka panjang.
5. Hitung Biaya Administrasi dan Spread
Tabungan dollar biasanya memiliki biaya administrasi dan selisih kurs jual–beli (spread). Pastikan memahami seluruh biaya tersebut agar hasil tabungan tidak tergerus tanpa disadari.
6. Hindari Terlalu Sering Jual-Beli
Menabung dollar sebaiknya berorientasi jangka menengah hingga panjang. Terlalu sering jual-beli justru berpotensi menimbulkan kerugian akibat selisih kurs dan biaya transaksi.
7. Kombinasikan dengan Instrumen Lain
Meski dollar relatif stabil, tetap penting melakukan diversifikasi. Padukan tabungan dollar dengan instrumen lain seperti emas, reksa dana, atau tabungan rupiah agar keuangan lebih seimbang.
8. Pantau Kondisi Ekonomi Global
Nilai dollar sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga The Fed, dan geopolitik. Dengan memahami tren global, Anda bisa menentukan waktu yang lebih tepat untuk menambah atau menahan tabungan dollar.
9. Simpan Dana Darurat Terpisah