radarbengkuluonline.id -- Para pembaca yang dimuliakan Allah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Semangat Kemenangan Dengan Tetap Istiqomah Menjaga Nafsu Muth’mainnah Pasca Ramadan.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Syukran Jayadi, S.Sos.I, M.Pd.I. Ia adalah Penyuluh Agama Islam Fungsional Ahli Madya dan Ketua PD IPARI Kota Bengkulu. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Jami' Babusalam Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Jamaah Salat Jumat yang berbahagia,
Alhamdulillah puji dan Syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, karena pada hari Jumat yang mulia ini, kita senantiasa diberikan limpahan nikmat berupa keimanan dan kesehatan oleh Allah SWT.
Shalawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW, semoga kita menjadi umat beliau yang selalu menjalankan sunnahnya dan mendapatkan syafa’atnya di yaumil akhir nanti. Amin ya Rabbal Alamin.
Adapun judul khutbah Jumat pada siang ini adalah “Semangat Kemenagangan Dengan Tetap Istiqomah Menjaga Nafsu Muth’mainnah Pasca Ramadan”
Ramadan tahun ini benar-benar telah menenangkan suasana negeri sebagai efek dari syiar bulan Ramadan yang telah kita kerjakan dan menyenangkan setiap hati dan sanubari umat Islam dari pengaktualisasian amaliah Ramadan.
Untuk mempertahankan kemenangan dan ketenangan yang telah kita raih, mari kita simak firman Allah dalam QS. at-Taubah ayat 20 yang artinya : “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
Jamaah Salat Jumat yang berbahagia,
Bulan Ramadan sejatinya adalah ruang dan waktu yang diberikan Allah SWT untuk kita semua dalam rangka memperbaiki, mengharmonisasi, menormalisasi hubungan kita kepada Allah SWT dan juga hubungan kita sesama manusia.
Alhamdulillah bulan puasa yang penuh ujian, hari-hari yang penuh godaan, lapar dan dahaga telah kita jalani dengan ikhlas. In shaa Allah kemenangan yang hakiki dengan gelar sebagai hambah yang muttaqin telah kita dapatkan. Hal sesuai dengan tujuan dari ibadah puasa itu sendiri.
Sebagaimana firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”( QS. al-Baqarah : 183)
Jamaah sekalian, mari kita ucapkan wada’an ya Ramadan selamat tinggal bulan Ramadan 1447 H. Semoga kita masih diberikan kesempatan untuk hidup di muka bumi yang fana ini. Jika tidak, maka berarti Ramadan tahun ini merupakan Ramadan terakhir sepanjang hayat kita.
Tiada kata yang lebih indah, suci dan mulia yang patut kita ucapkan melaikan “Minal Aidin Wal Faa Izin”, Semoga kita semua termasuk orang yang kembali”, dan semoga kita termasuk orang yang meraih kemenangan”.
In shaa Allah kita kembali berada pada posisi fitrah, suci bersih tanpa dosa, yang oleh Rasulullah diibaratkan “Kayaumi Waladathu Ummuhu” yaitu “laksana ia baru dilahirkan oleh ibunya” atau bagaikan kertas putih bersih tak bernoda karena hari ini adalah Yaumul Faizin, yaitu hari dimana kita meraih kemenangan atas berhasilnya kita mensucikan jiwa selama bulan Ramadan 1447 H.
Hadirin Jamaah Salat Jumat rahimakumullah.
Untuk menyempurnakan ketaqwaan adalah dengan kita saling maaf-memaafkan, dengan mengunjungi orang tua, keluarga, jiran tetangga, sahabat dan handai tolan untuk meminta maaf dan memberi maaf. Saling ma’af-mema’afkan menjadi penting karena ketika kita melakukan kesalahan terhadap sesama manusia, Allah akan mengampuninya jika kita sesama sudah saling memaafkan.
Terutama kepada kedua orang tua, mohon maaflah atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini terhadap mereka. Ingatlah sabda Rasulullah Saw: “Ridha Allah tergantung ridhanya kedua ibu-bapak dan murka Allah tergantung kepada murkanya orang tua.” (HR. At-Tirmizi)
Apabila kedua orang tua kita atau salah satunya telah tiada, dan rasa rindu kepada kedunya begitu mendalam, maka sebagai wujud bakti sebagai anak yang sholeh adalah dengan kita berdoa memohon ampunan dan rahmatnya Allah Swt untuk keduanya.
Sebagai suami atau pun istri, kita juga harus saling memaafkan, termasuk sama jiran tetangga, sahabat dan handai tolan. Mari kita hilangkan rasa dendam diantara kita dan saling memaafkan atas kesalahan. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an Surah an-Nur ayat 22 : Wal Ya’fuu wal Yash fahuu (Dan hendaklah mereka saling memaafkan dan berlapang dada) dan begitu juga dalam Surah Ali Imran ayat 134 yang merupakan ciri orang yang bertaqwa itu adalah: Wal ‘aafiina ‘aninnaas (Orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain).
Rasulullah Saw. bersabda yang artinya : “Dari Al Barra` bin ‘Azib ra berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, kecuali dosa keduanya akan diampuni sebelum berpisah”. (HR. Tirmidz).
Jamaah Salat Jumat yang budiman.
Amalan yang telah kita biasakan di bulan Ramadan 1447 H, hendaknya di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya, kita tetap istiqomah dan tidak meninggalkan kebiasaan tersebut.
Nilai-nilai Ramadan hendaknya tetap ada dalam bulan Syawal dan semakin mengalami progres atau peningkatan, bukan justru semakin menipis lalu hilang dengan seketika tanpa bekas.
Mari kita jaga nafsu muth’mainnah dalam diri kita, yaitu nafsu terbaik yang sangat diridhai oleh Allah SWT. Karena orang yang sudah mempunyai nafsu ini dia akan selalu membersihkan hati, mensucikan jiwa, menerbarkan kedamaian, ketenangan, kenyamanan dan keselamatan di muka bumi ini. Dan In shaa Allah kita akan menjadi orang-orang yang dipanggil Allah SWT, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Fajr ayat 27-30 yang artinya :
“Wahai jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.”
Jamaah Salat Jumat yang berbahagia.
Demikian khutbah Jumat yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَاتٍ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم