PEMBULLYAN SEMBUNYI DI KATA BERCANDA
Winda Nurivka Manurung mahasiswa Universitas Bengkulu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi S1 Jurnalistik-Ist-
perundungan bukan lagi masalah sepele yang bisa dianggap “bagian dari kata bercanda" atau sekadar bagian dari masa remaja dan dewasa. Dampaknya itu nyata, mendalam, dan dapat menghancurkan masa depan korban secara perlahan. Karena itu, menghentikan perundungan bukan hanya tugas korban untuk melawan, tetapi tanggung jawab bersama sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
Sudah saatnya semua pihak berhenti diam dan mulai bertindak nyata. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, tumbuh, dan membangun mimpi, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut dan trauma. Dengan pendidikan empati, sistem perlindungan yang jelas, serta keberanian untuk peduli terhadap sesama, budaya perundungan dapat dikurangi bahkan dihentikan.
Tidak ada anak yang pantas merasa sendirian, takut, atau terluka hanya karena ingin menjadi dirinya sendiri. Perubahan harus dimulai sekarang, karena satu tindakan peduli hari ini dapat menyelamatkan masa depan seseorang di kemudian hari.
Winda Nurivka Manurung
mahasiswa Universitas Bengkulu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi S1 Jurnalistik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
