Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (60)

Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (60)

Bapak yang satu ini sedang mencuci tangan di lokasi sumur tempat anak dewa mandi dahulu-Azmaliar Zaros-

 

60. Kelurahan Sumur Dewa

 

BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM -  Kota Bengkulu adalah salah satu kolonial Inggris yang telah membuat Benteng Fort Marlborough. Kota   ini memiliki Muara Dua dan  Bumi Ayu. Tak hanya itu, daerah ini juga memiliki Panorama indah. Terutama bila kita melihat di Tanjung Ajung, Tanjung Jaya. Di daerah ini kita dapat melihat Semarang, Surabaya, Kampung Bali, Malabro, Sidomulyo, Padang Serai, Padang Jati, Betungan dengan leluasa.

Yang cukup menarik dilihat disini adalah Dusun Besar dengan Sawah Lebar  dan Sawah Lebar Baru yang sedang di Bajak petani. Sekarang daerah ini dipelihara dengan baik dan di Kandang dengan Kandang Limun, serta diberi Pagar Dewa. Kalau tidak demikian, Rawa Makmur, Rawa Makmur Permai, Pematang Gubernur bisa rusak Jitra yang bersejarah itu. Karena, di sana ada Jalan Gedang, Pondok Besi,  Pintu Batu, Tanah Patah yang memiliki Sumur Meleleh terus menerus.

Di Pondok Besi ini ada Padang Harapan yang di Tengah Padang-nya selalu Sukarami. Di sana penuh dengan Kebun  Roos, Kebun Keling, Kebun Geran, Kebun Dahri, Kebun Kenanga yang ramai dikunjungi wanita. Kebetulan, daerah ini berdekatan dengan Pasar Bengkulu, Pasar Baru, Pasar Melintang, Pintu Batu, Pekan Sabtu yang Sukamerindu-kan PengantunganPenurunan yang sekarang masih ada Berkas-nya.  

Rangkaian kalimat yang mengiringi kata bergaris  tebal atau hitam itu   merupakan pengantar dari sebagian nama dari 67 kelurahan di Kota Bengkulu yang unik. Kenapa nama kelurahan itu unik, wartawan RADARBENGKULU.ONLINE.COM, Azmaliar Zaros menurunkan laporannya secara bersambung setiap hari. Selamat membaca laporan SPEKTAKULER yang hanya satu-satunya ada di Indonesia dan mungkin juga di dunia.

Redaksi juga menerima masukan, kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Pembaca juga bisa berpartisipasi menyumbang tulisan soal nama-nama unik tentang nama daerah, objek wisata dan lain-lain. Kritik, saran, tulisan dikirim ke email : [email protected] Atau telepon/WA ke HP 0812 7930 6998. (*)

 

Sumur Dewa, Tempat Mandi-Mandi  Anak Dewa 

 

Sumur Dewa ini juga nama yang unik. Nama yang dikukuhkan sebagai nama Kelurahan di Kota Bengkulu itu masuk dalam wilayah Kecamatan Selebar. Bagaimana ceritanya sampai disebut Sumur Dewa itu? Untuk itu,  baca saja laporan eksklusif wartawan RADARBENGKULUONLINE.COM berikut ini.

 

AZMALIAR ZAROS, Kota Bengkulu

 

Sumur Dewa ini, kata Ketua Adat Pagar Dewa, Sofyan Juned (63) merupakan kelurahan baru di Kota Bengkulu. ‘’Daerah ini merupakan pemekaran dari Kelurahan Pagar Dewa,’’ujar Sofyan Juned yang lahir di Pagar Dewa  bulan Juni tahun 1947 lalu saat ditemui di rumahnya di Jalan Sungai Rupat  RT 40 RW 8 Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Dalam rapat pembentukan nama kelurahan baru yang dipimpin Lurah Pagar Dewa waktu itu, Atisar Sulaiman, lanjutnya, ada dua nama yang diusulkan warga yang berasal dari para ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, LPM yang berjumlah 30 orang itu.

Yaitu, Sumur Dewa dan Telaga Dewa. Namun, warga dalam rapat yang dipusatkan di Kantor Lurah Pagar Dewa itu sepakat memilih nama Sumur Dewa. Sebab, nama Telaga Dewa kurang pas. Persoalannya, disini sudah ada nama Jalan Telaga Dewa, Koperasi Telaga Dewa.

‘’Sumur Dewa ini lebih pas karena nama Sumur Dewa ini belum ada dijadikan untuk nama daerah maupun nama jalan, tempat usaha di daerah ini,’’jelasnya. 

Sedangkan untuk nama kelurahan satu lagi, yaitu Muara Dua. Nama ini juga langsung disepakati karena posisi daerah baru ini memang cocok dinamakan Muara Dua karena di daerah ini memang ada dua muara yang menyatu di laut.

BACA JUGA:Polres Bengkulu Amankan Puluhan Ton Solar dari Lubuklinggau

Dengan adanya pemekaran Pagar Dewa itu, sehingga kelurahan itu menjadi 3 kelurahan. Yaitu, Pagar Dewa sendiri sebagai kelurahan utama. Kemudian Sumur Dewa dan Muara Dua. Pagar Dewa sebagai kelurahan induk berada di daerah paling tengah dan juga merupakan ibukota Kecamatan Selebar.

Sedangkan Sumur Dewa terletak di sebelah kirinya, yaitu di depan STAIN Bengkulu. Sedangkan Keluurahan Muara Dua posisinya sebelah kanan. Yaitu ke arah lapangan golf dan Kelurahan Kandang.

Daerah ini dinamakan Sumur Dewa, paparnya, karena di daerah ini ada air napal dan sumur air napal satu buah. Posisi sumur dan air napal itu tempatnya di RT 9 RW 2 Kelurahan Sumur Dewa saat ini.

Sumur Dewa ini erat kaitannya dengan sejarah Kelurahan Pagar Dewa. Yaitu, sumur tempat mandi 7 orang kakak beradik dari anak-anak keturunan dewa yang dipagar oleh bujang bedengkang atau bujang tua. Pagar ini sengaja dibuatnya untuk meletakkan baju anak-anak keturunan dewa agar dia mudah  mengambil baju tersebut supaya dia tidak bisa terbang lagi.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (59)

Usahanya untuk mengambil baju anak bungsu dari keturunan dewa ini berhasil, dan anak bungsu keturunan dewa itu tak bisa terbang lagi ke kayangan. Sehingga bujang bedengkang itu bisa mendapatkan anak bungsu keturunan Dewa itu untuk menjadi calon istrinya.


Inilah Kantor Lurah Sumur Dewa, Kota Bengkulu-Azmaliar Zaros-

Kelurah Sumur Dewa ini merupakan pemecahan dari Kelurahan Pagar Dewa. Luasnya hanya 42 hektare.  Pemekeran ini dilakukan karena Kelurahan Pagar Dewa itu terlalu luas wilayahnya. Mereka ini mendiami 19 Rukun Tetangga (RT) dan 5 Rukun Warga (RW).

 

Letak Sumur Dewa ini sendiri,  sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Timur Indah. Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Pagar Dewa. Sebelah timur berbatasan dengan Sukarami dan sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Sidomulyo.


Inilah salah satu jalan yang ada di wilayah Kelurahan Sumur Dewa-Azmaliar Zaros-

 

Kelurahan Sumur Dewa ini penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa. Seperti penduduk asli Bengkulu, Lembak, Serawai, Jawa, Minang, Palembang, Sumatera Utara. Sedangkan mata pencahariannya juga bermacam-macam. Ada petani, pedagang, PNS, buruh. 

Di daerah ini ada berdiri Kantor Samsat, Panti Asuhan, panti sosial, mesjid, kantor lurah, ada pesantren Harsallakum,ada 3 kompleks perumahan yang dibangun pihak pengembang atau developer. (*)

Sumber: