Pengusaha Heller di Kepahiang Kesulitan Mendapatkan Solar

Pengusaha Heller di Kepahiang   Kesulitan Mendapatkan Solar

Salah seorang pengusaha Heller Kopi dan padi di Kabupaten Kepahiang sedang menggiling kopi-Ruvi-

 

KEPAHIANG, RADARBENGKULUONLINE.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada awal September kemarin,  berimbas pula pada usaha masyarakat. Salah seorang pengusaha Heller Kopi dan padi di Kabupaten Kepahiang, Juni (37), warga Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang naik serta susah mendapatkan BBM tersebut.

"Susah dapat solar sekarang. Sehari harus 4 jeriken untuk menghidupkan Heller ini," ujarnya saat ditemui RADARBENGKULUONLINE.COM tempat hellernya.

Lanjutnya, dulu pihaknya kalau mengisi solar masih diperbolehkan membawa jeriken. Sekarang sudah tidak diperbolehkan. Saat ini, ia harus menyewa mobil temannya untuk membeli solar di SPBU. "Sekali nyewa Rp 50 ribu-Rp 100 ribu, dapat solar cuman 2 jeriken. Karena itu juga, omset turun," sampainya.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Sudah Dukung Program Satu Data Indonesia


Suasana lokasi salah seorang pengusaha Heller Kopi dan padi di Kabupaten Kepahiang-Ruvi-

Sebelum BBM naik, sehari ia bisa mendapatkan Rp 3 juta. Sekarang hanya Rp 1,2 juta saja. Dalam sehari heller miliknya dapat menghasilkan 10 ton kopi dan 1 ton padi. Saat ini juga ia dengan pengusaha heller lainnya,  menaikkan harga ongkos heller untuk petani naik Rp 300. "Dulu untuk ongkos heller bagi petani Rp 500. Sekarang Rp 800," ungkapnya.

BACA JUGA:Pelaku UMKM Bengkulu Ekspor Lintah

Para pengusaha heller ini berharap adanya solusi dari pemerintah untuk mengatasi susahnya mendapatkan solar. Mereka juga meminta pemerintah, memberikan syarat khusus pihaknya untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) solar agar mudah didapat.

 

Sumber: