BI Bengkulu Gelar Bencoolen Regional Investment & Economic Forum 2022

BI  Bengkulu Gelar Bencoolen Regional Investment & Economic Forum 2022

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Bencoolen Regional Investment and Economic Forum-ADIT-

 

 

BENGKULU, RADARBENGKULU.DISWAY.ID  - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2022. BRIEF 2022 merupakan forum investasi yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wilayah dan mendorong daya saing serta pengembangan iklim investasi di Provinsi Bengkulu. 

Acara BRIEF 2022 mengangkat tema “Accelerating Economic Recovery Through Investment and Synergy at Bengkulu, Bumi Rafflesia” yang dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2022 di Westin Hotel, Jakarta secara hybrid.

Acara ini dihadiri langsung oleh 150 undangan dan secara virtual oleh lebih dari 7.000 peserta melalui zoom webinar dan kanal youtube. 

Acara ini dibuka dengan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana, dan dilanjutkan sambutan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara sebagai koordinator Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera, Doddy Zulverdy, dan dengan keynote speech oleh Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Ir. Yuliot, MM.


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu sedang memberikan sambutan dalam kegiatan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Bencoolen Regional Investment and Economic Forum-ADIT-

Acara dilanjutkan dengan talkshow yang dimulai dengan pemaparan materi oleh Gubernur Bengkulu, Dr. dr. H. Rohidin Mersyah, M.M.A, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Sanny Iskandar dan Ekonom, Dr. Aviliani SE, MSi. 

BRIEF 2022 yang diselenggarakan secara hybrid tersebut dihadiri oleh perusahaan BUMN, perusahaan swasta, asosiasi pengusaha, akademisi, serta mitra strategis lainnya.

Darjana selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Provinsi Bengkulu mempunyai potensi, baik dari sisi pertanian (komoditas sawit, kopi dan karet), energi (batubara dan geothermal), perikanan (udang, cakalang, tongkol dan tuna) serta potensi wisata alam yang perlu dioptimalkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu yang berkelanjutan.

Kemudian Doddy Zulverdi selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyampaikan pentingnya investasi di region Sumatera. Saat ini komposisi PMA Region Sumatera sebesar 17,50% secara nasional atau memiliki komposisi lebih rendah dibandingkan komposisi PDRB Region Sumatera sebesar 22,03% secara nasional.

Lebih lanjut, Doddy Zulverdi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu yang  telah mewujudkan BRIEF 2022 sebagai salah satu event penting bagi perekonomian Bengkulu. 

Dalam keynote speech yang disampaikan secara langsung, Ir. Yuliot, MM selaku Deputi Pengembangan  Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM menyampaikan 3 poin penting. Diantaranya pentingnya investasi dalam rangka mendorong Visi Indonesia 2045 sebagai negara maju, pemerintah akan  terus mendorong investasi melalui sektor-sektor prioritas yang memiliki nilai tambah (industri orientasi ekspor, infrastruktur, energi dan pertambangan), dan pemerintah juga akan terus mendorong reformasi kebijakan dan implementasi perizinan berusaha berbasis risiko atau OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach).

Pada sesi talkshow, Gubernur Bengkulu memaparkan beberapa proyek strategis Provinsi Bengkulu. Diantaranya Jalan Tol Trans Sumatera khususnya Ruas Jalan Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, Rel Kereta Lubuk Linggau-Pulau Baai, PLTP Huluhais (Geothermal Energy) dan Pelabuhan Pulau Baai (Kawasan Industri).

Lebih lanjut, Gubernur Bengkulu juga mempromosikan beberapa potensi lainnya. Antara lain kawasan pariwisata (Danau DendamTak Sudah dan Pantai Panjang), komoditas unggulan (Kopi, Sawit dan Karet), potensi perikanan dan potensi energi lainnya. 

 

Sanny Iskandar selaku Wakil KADIN Indonesia juga  menekankan bahwa Pelabuhan Pulau Baai memiliki potensi pengembangan sebagai Kawasan Industri didukung oleh 3 faktor. Diantaranya sarana transportasi utama keluar masuk barang pada Provinsi Bengkulu, luas lahan yang cukup luas serta rendahnya jarak tempuh kepada pusat kota dan Bandara.

Pada sesi terakhir, Aviliani menyampaikan bahwa investasi memiliki multiplier yang baik terhadap daya beli masyarakat, investasi perlu memperhatikan demand side guna memitigasi risiko dari pemanfaatan investasi yang tidak optimal, dan perlu adanya sinergi antar daerah untuk mempercepat proses investasi serta mengoptimalkan fiskal daerah. 

BRIEF 2022 juga diisi dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) Kawasan Industri(KI)Pulau Baai oleh PT APCA Tirta Engineering serta launching Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Tim Percepatan Investasi, Pengembangan UMKM dan Peningkatan Ekspor Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA: Harga Sawit Naik, Hasil Panen Ngetrek

Penandatanganan LOI ini mencakup rencana pengembangan sarana dan prasarana Terminal Curah Kering, pengembangan dan pengelolaan KI terintegrasi serta pengendalian tingkat kedalaman aliran untuk menjamin keberlangsungan operasi pelabuhan.

 Sementara launching SK Gubernur tentang Tim Percepatan Investasi, Pengembangan UMKM dan Peningkatan Ekspor Provinsi Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Bengkulu dengan mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi penanaman modal, penguatan daya saing Provinsi Bengkulu, termasuk UMKM, dan peningkatan ekspor.

BACA JUGA: AJI Bengkulu Latih Penyiar Radio di Bengkulu

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi di Provinsi Bengkulu, sehingga akan mendorong pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu akan terus bersinergi bersama dengan Tim Percepatan Investasi, Pengembangan UMKM dan Peningkatan Ekspor yang telah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam berbagai kegiatan promosi investasi, pengembangan UMKM dan peningkatan ekspor. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: