Ayo Cari Jalan Keluarnya, Jangan Sampai Gara-Gara Batal Tender Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat

-ist-
RADARBENGKULU, DISWAY.ID - DPRD Provinsi Bengkulu menyoroti gagalnya tender sewa pesawat untuk kebangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Provinsi Bengkulu tahun 2023, dari embarkasi haji antara Bengkulu ke embarkasi haji Padang, Sumatera Barat.
Kegagalan itu lantaran harga yang disampaikan Pemprov masih mengacu pada Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) atau pagu yakni sekitar Rp 6 miliar, sementara maskapai menawarkan harga lebih lagi.
BACA JUGA:Verifikasi Kedua, Sultan, Abdul Kharis, Andrian, Edi Agusdin Memenuhi Syarat
Terkait dengan hal tersebut Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi menyampaikan, dari awal pihaknya telah mengingatkan kepada pemerintah Provinsi Bengkulu untuk berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Bengkulu terkait dengan terancamnya Jemaah Calon Haji gagal berangkat tersebut.
Edwar mengatakan tidak mungkin jika JCH tidak diberangkatkan dan kalaupun memang terjadi kekurangan anggaran untuk sewa pesawat, dimana ia menyarankan untuk menutupi kekurangan anggaran sewa pesawat untuk pemberangkatan para JCH.
BACA JUGA:12 Balon KPU Kabupaten, Kota di Provinsi Bengkulu Gugur , Ini Dia Penyebabnya
Agar pemerintah menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT). "Untuk kepentingan masyarakat dan bersifat mendesak ini bisa saja BTT itu diprioritaskan untuk dipergunakan," ujarnya.
Sementara itu Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Bengkulu, Dr. Syarifuddin, mengatakan untuk tender sewa pesawat untuk keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Provinsi Bengkulu tahun 2023, dari embarkasi haji antara Bengkulu ke embarkasi haji Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu dikonfirmasi gagal.
BACA JUGA: Pojok Pajak di Bencoolen Mall, Lapor SPT Tahunan Sekaligus Bisa Weekend
Kegagalan itu lantaran harga yang disampaikan Pemprov masih mengacu pada Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) atau pagu yakni sekitar Rp 6 miliar, sementara maskapai menawarkan harga lebih lagi.
"Lelang sebelumnya dan konfirmasi terakhir lelangnya gagal. Gagal karena harga yang kita sampaikan sekitar Rp 6 miliar. Sementara maskapai menawar jauh lebih tinggi dari harga yang kita sampaikan. Seperti, maskapai Garuda, menawarkan Rp 16 miliar. Sedangkan Lion Air Rp 12 miliar," ungkapnya.
BACA JUGA:436 Orang Lulus Administrasi Calon KPU Kabupaten Kota
Menurutnya, meskipun demikian terkait masalah ini pihaknya terlebih dahulu sampaikan ke pimpinan, sehingga bisa diketahui kebijakan apa yang nantinya bakal diambil.
“Ini jelas harus kita sampaikan dulu dengan pimpinan, Kita tunggu sikap pimpinan selanjutnya," kata Syarif pada.
BACA JUGA:Ini Nama-Nama Calon Komisioner Kab/Kota yang Lulus Administrasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: