2.199 Pendakwah Dikirim ke Daerah 3T, Pesertanya Melampaui Target
2.199 Pendakwah Dikirim ke Daerah 3T, Pesertanya Melampaui Target-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta --- Program pengiriman dai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, jika pada awal pelaksanaan jumlah dai yang dikirim masih belasan orang, kini meningkat hingga ribuan dai.
“Tahun ini jumlah dai yang kita kirim melampaui target. Dari target 1.500 dai, alhamdulillah terealisasi sebanyak 2.199 dai yang dikirim ke wilayah 3T,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, saat memberi sambutan pada Apresiasi Mitra Program Dai Wilayah 3T yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Rabu (13/5/2026) di Ruang Sidang Kemenag Jakarta.
Menurut Muchlis M. Hanafi, program pengiriman dai ke wilayah 3T merupakan langkah strategis dalam memperkuat pemahaman keagamaan, menanamkan nilai toleransi, serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat di pelosok negeri. Dakwah tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok negeri.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan dakwah yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan hanya tugas negara, tetapi tugas kita bersama sebagai umat,” lanjutnya.
Lebih lanjut ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat masyarakat di wilayah terpencil yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan memahami praktik ibadah dengan baik. Karena itu, program pengiriman dai akan terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang.
Di samping penguatan pemahaman keagamaan, Muchlis juga menilai dakwah memiliki peran penting dalam merespons persoalan sosial di masyarakat. Seperti ketahanan keluarga, kemiskinan, hingga budaya pemborosan makanan.
“Di satu sisi ada jutaan ton makanan terbuang setiap tahun, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang kesulitan makan. Ini menjadi tugas dakwah kita untuk mengedukasi masyarakat tentang etika konsumsi dalam Islam,” ujarnya.
“Kementerian Agama sangat mengapresiasi partisipasi, keterlibatan, perhatian, dan totalitas seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program yang sangat mulia ini,” ujar Muchlis.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, mengatakan, sinergi pemerintah bersama BAZNAS dan berbagai LAZ terus diperkuat dalam program pemberdayaan umat, termasuk mendukung pengiriman dai ke wilayah 3T.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lembaga yang telah mengirimkan dai dan mendukung program ini. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada Bimas Islam, tetapi juga kepada sektor pendidikan Islam melalui program beasiswa dan penguatan sumber daya manusia,” kata Waryono.
Menurutnya, keberadaan lembaga zakat dan filantropi semakin penting di tengah kebutuhan masyarakat di daerah terpencil yang masih memerlukan perhatian bersama. Ia mencontohkan masih adanya masyarakat di pelosok yang menghadapi keterbatasan akses layanan dasar, termasuk kesehatan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan masyarakat.
“Kami mendapat banyak laporan dari daerah 3T bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Karena itu kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat ke depannya,” tandasnya.
Kementerian Agama juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra yang telah bekerja sama mendukung program dai 3T, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), LAZNAS BSI Maslahat, LAZNAS Baitulmaal Muamalat, LAZNAS Hadji Kalla, LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah, LAZNAS Dewan Dakwah, LAZNAS PPPA Daarul Qur’an, Pondok Pesantren As’adiyah, Ma’had Aly Al-Mubaarok Manggisan, serta Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Sukabumi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
