DPRD Kaur Soroti PAD Anjlok dan SILPA Besar, Tambak Udang Jadi Perhatian

DPRD Kaur Soroti PAD Anjlok dan SILPA Besar, Tambak Udang Jadi Perhatian

DPRD Kaur Soroti PAD Anjlok dan SILPA Besar, Tambak Udang Jadi Perhatian-Ist-

 

 

RADAR BENGKULU, KAUR - Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Kaur menyoroti rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025, serta belum optimalnya kontribusi sektor tambak udang terhadap pendapatan daerah.

     Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kaur dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Senin 6 Juli 2026.

BACA JUGA:Ini Manfaat Buah Ceri untuk Kesehatan Kita

     Rapat dipimpin Ketua DPRD Kaur Januardi didampingi Wakil Ketua II Mardianto, S.AP, serta dihadiri Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., Forkopimda, anggota DPRD, Sekda, kepala OPD, dan tamu undangan.

      Mewakili tujuh fraksi, Rio Chandra, S.H. menyampaikan, apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kaur kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Namun, DPRD menilai masih banyak persoalan yang perlu dibenahi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor tambak udang yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD, meski usahanya terus berkembang.      

      DPRD juga meminta pemerintah memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas tambak tersebut.

     Selain itu, fraksi-fraksi menilai besarnya SILPA menunjukkan perencanaan dan penyerapan anggaran belum optimal sehingga perlu dievaluasi agar anggaran pembangunan lebih efektif.

     DPRD juga mengungkapkan realisasi PAD Tahun Anggaran 2025 hanya mencapai sekitar Rp19 miliar atau 33,43 persen dari target lebih dari Rp59 miliar. Meski meningkat dibanding tahun sebelumnya, capaian tersebut dinilai masih jauh dari harapan.

     Sejumlah rekomendasi turut disampaikan, di antaranya peningkatan pemerataan pembangunan, evaluasi objek retribusi daerah, penguatan pengawasan anggaran, optimalisasi PAD dari sektor tambak udang, hingga normalisasi DAS Air Tuba dan peningkatan jalan hotmix di kawasan Padang Keliki, Desa Sinar Pagi.

     Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid,S.Pdi menegaskan, pemerintah berkomitmen meningkatkan PAD sejak awal kepemimpinan Bupati Gusril Pausi. Menurutnya, sektor tambak udang menjadi salah satu potensi yang terus dioptimalkan melalui pembentukan Satgas PAD yang bertugas menggali sumber-sumber pendapatan daerah.

    Ia memastikan seluruh masukan DPRD akan disampaikan kepada Bupati Kaur sebagai bahan evaluasi dan akan dijawab secara resmi pada rapat paripurna lanjutan sesuai tahapan pembahasan Raperda APBD 2025.(hel)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: