Indonesia Akan Bangun Pabrik Avtur
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bersama PT Pertamina tengah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan pabrik avtur di dalam negeri-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bersama PT Pertamina tengah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan pabrik avtur di dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Seperti dikutip dari laman disway.id, menurut Bahlil, pembangunan fasilitas tersebut menjadi tahap lanjutan setelah implementasi program mandatori biodiesel B50.
BACA JUGA:Peningkatan Kualitas Amal Ibadah
"Kita tahap berikutnya adalah kita akan mendorong untuk membangun avtur. Karena bahan baku avtur itu hampir sama dengan solar juga," kata Bahlil pada Kamis 9 Juli 2026.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan pabrik avtur dapat dimulai pada akhir 2026.
"Sekarang saya dengan Pertamina lagi membuat roadmap. Bahkan in syaa Allah doakan di akhir 2026 ini sudah bisa kita lakukan untuk memulainya pembangunan pabrik untuk avtur juga," ujarnya.
Lalu, Bahlil menegaskan pabrik tersebut akan dibangun di Indonesia sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri.
"Di Indonesia, enggak mungkin di luar negeri. Tujuannya apa? Kita akan mencoba untuk juga tidak lagi melakukan impor avtur," tegasnya.
Bukan hanya avtur, pemerintah juga menargetkan seluruh kebutuhan bensin beroktan tinggi dapat diproduksi di dalam negeri. Menurut Bahlil, pemerintah merencanakan produksi bensin RON 93, RON 95, hingga RON 98 di kilang nasional, sehingga kebutuhan impor BBM dapat ditekan.
"Ke depan lagi kita akan dorong untuk pemakaian bensin kita RON 95, RON 98, RON 93 itu kita rencanakan akan kita produksikan semua dalam negeri," jelasnya.
Ia menyebut langkah tersebut bertujuan menciptakan kemandirian energi sekaligus menghilangkan ruang spekulasi terkait impor bahan bakar. "Supaya tidak lagi ada persoalan tentang impor. Tidak ada lagi pikiran-pikiran spekulasi yang muncul seolah-olah ada sesuatu dalam permainan impor-impor. Kita pengen semuanya ada di dalam negeri," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
