Ini Dia Cara Ampuh Atasi Kram Menstruasi Tanpa Obat
Ini Dia Cara Ampuh Atasi Kram Menstruasi Tanpa Obat-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Nyeri atau kram perut saat menstruasi kerap membuat aktivitas harian terganggu. Mulai dari sulit fokus bekerja hingga malas beranjak dari tempat tidur.
Seperti dikutip dari laman harian disway, kondisi itu dialami hampir semua wanita usia produktif. Meski tingkat keparahannya berbeda-beda pada tiap orang.
BACA JUGA:BKKBN Luncurkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
Secara medis, nyeri menstruasi disebut dysmenorrhea. Terjadi ketika rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dindingnya. Kontraksi itu dipicu oleh hormon prostaglandin yang kadarnya meningkat menjelang menstruasi. Sehingga rahim berkontraksi lebih kuat dan menimbulkan rasa nyeri. Rasa sakit biasanya muncul sehari sebelum haid. Lalu mereda setelah dua hingga tiga hari.
Kabar baiknya, nyeri menstruasi ringan hingga sedang bisa diredakan. Tanpa harus selalu bergantung pada obat pereda nyeri. Berikut sejumlah cara yang bisa dicoba di rumah, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Kompres hangat pada perut
Adapun cara paling sederhana adalah mengompres perut dengan air hangat. Terapi panas dapat menggunakan bantalan maupun kompres. cara tersebut sama efektifnya dengan obat antiinflamasi. Mampu meredakan nyeri haid. Pun, efek sampingnya minim. Bila tak punya bantalan hangat, mandi air hangat atau menempelkan handuk hangat ke perut juga bisa jadi alternatif.
2. Bergerak aktif dan jangan hanya rebahan
Waktu kram menyerang, olahraga jadi pilihan yang baik. Aktivitas fisik dapat melepaskan hormon endorfin.
Itu efektif mengurangi nyeri menstruasi. Bahkan berpotensi mengurangi kebutuhan akan obat pereda nyeri.
Jalan kaki santai, peregangan ringan, atau yoga selama 15 menit. cara itu sudah cukup membantu tubuh lebih rileks.
3. Perhatikan pola makan
Pola makan turut menentukan seberapa parah kram yang dirasakan. Berdasarkan beberapa sumber, penyebab utama nyeri menstruasi diduga adalah peradangan. Sehingga apa pun yang mampu menguranginya dan memperlancar aliran darah ke rahim berpotensi meredakan gejala.
Karena itu, makanan tinggi omega-3 seperti salmon, kacang kenari, dan biji chia disarankan dikonsumsi selama masa mesntruasi. Sementara makanan tinggi gula, garam, dan kafein sebaiknya dikurangi. Karena dapat memperparah kembung dan peradangan.
4. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Bloating atau kembung yang sering muncul menjelang menstruasi bisa diatasi. Yakni dengan cara memperbanyak minum air putih. Air hangat, khususnya. Itu dipercaya membantu melancarkan aliran darah dan merelaksasi otot. Sehingga kram akibat kontraksi rahim bisa sedikit berkurang.
5. Kelola stres dengan baik
Stres yang menumpuk turut memperparah rasa nyeri saat menstruasi. Lakukan teknik relaksasi sederhana.
Seperti tarik napas dalam, meditasi singkat, atau sekadar mendengarkan musik tenang. Itu bisa membantu tubuh dan pikiran lebih rileks saat kram melanda.
6. Konsumsi obat pereda nyeri bila diperlukan
Bagi yang membutuhkan pertolongan lebih cepat, obat golongan NSAID seperti ibuprofen bisa menjadi pilihan.
Obat itu bekerja dengan menurunkan kadar prostaglandin dalam tubuh. Dan sebaiknya dikonsumsi begitu kram mulai terasa.
7. Kenali kapan harus waspada
Walaupun begitu, nyeri menstruasi yang tergolong normal berbeda dengan nyeri yang perlu diwaspadai.
Sekitar 60 persen wanita mengalami kram ringan saat haid. Sementara 5 hingga 15 persen lainnya melaporkan nyeri yang begitu parah. Hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika nyeri disertai gejala tidak biasa, seperti pendarahan berlebihan, siklus menstruasi yang berubah drastis, atau rasa sakit yang tak kunjung reda meski sudah diobati, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter kandungan. Bisa jadi ada kondisi lain. Seperti endometriosis, fibroid, atau adenomiosis yang perlu ditangani lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
