Bantuan Sosial Beras Diperpanjang hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan sosial untuk menghadapi potensi fenomena El Ninoo, salah satunya dengan memperpanjang penyaluran bantuan beras hingga akhir 2026-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - - - Pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan sosial (Bansos) untuk menghadapi potensi fenomena El Nino, salah satunya dengan memperpanjang penyaluran bantuan beras hingga akhir 2026.
Seperti dikutip dari laman disway.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan beras yang diberikan hingga September mencapai 30 kilogram. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, bantuan tersebut akan kembali disalurkan pada Oktober, November, dan Desember.
BACA JUGA:Kades di Kaur Diduga Dianiaya Usai Salat Magrib, Polisi Kejar Terduga Pelaku
"Yang kedua tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini, termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg," kata Airlangga, Selasa, 8 September 2026.
Lebih lanjut Airlangga mengatakan, keberlanjutan bantuan beras tersebut merupakan bagian dari kesiapan pemerintah menghadapi El Nino yang berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi masyarakat. "Dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember," ujarnya.
Dikatakan juga, pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan beras sebagai bagian dari upaya menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Dengan potensi El Nino, pemerintah kembali memperkuat langkah perlindungan sosial melalui perpanjangan bantuan hingga penghujung tahun.
Airlangga mengatakan, pemerintah juga terus memantau dampak berbagai bencana terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah daerah. Menurut dia, wilayah yang terdampak bencana berpotensi mengalami kontraksi ekonomi karena aktivitas masyarakat menurun.
"Di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi dan kami masih monitor program-program apa yang terkena dan di berbagai provinsi tersebut," katanya.
Pemerintah juga memantau dampak letusan lima hingga enam gunung di Indonesia terhadap aktivitas masyarakat. Selain aktivitas ekonomi, gangguan juga terjadi pada sektor logistik, khususnya penerbangan yang berkaitan dengan distribusi kargo.
"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan karena sektor penerbangan kan juga ada kaitannya dengan kargo," ujar Airlangga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
