Berikut perbedaan utama musafir dan mukim:
* Musafir: perjalanan ≥ 84 km, boleh tidak puasa, boleh qashar dan jamak
* Mukim: menetap/berniat tinggal > 4 hari, wajib puasa, shalat sempurna
Kesimpulan
Memahami perbedaan musafir dan mukim sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kesalahan dalam menentukan status dapat berakibat pada tidak sahnya keringanan ibadah yang diambil.
Islam memberikan kemudahan, namun juga menuntut ketepatan niat dan pemahaman. Dengan memahami batasan musafir dan mukim, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, yakin, dan benar.