Inilah Manfaat Serat Bagi Kaum Wanita
Inilah Manfaat Serat Bagi Kaum Wanita-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Padang - Ahli gizi Brenna Larson, M.S., RD, menegaskan bahwa idealnya setiap wanita harus menargetkan konsumsi 25 gram serat per hari. Target asupan harian ini menyimpan segudang manfaat luar biasa untuk menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Seperti dikutip dari laman sumbar.disway.id, merujuk siaran Eating Well pada Minggu (2/8) waktu setempat, beberapa pilihan makanan kaya serat yang sangat baik untuk menu harian antara lain biji chia, buah pir, oat, hingga kelompok kacang-kacangan. Meningkatkan asupan serat secara bertahap beberapa gram saban hari akan membantu mencegah risiko timbulnya perut kembung atau rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.
BACA JUGA:Satlantas Polres Bengkulu Selatan: Kurangi Kecepatan, Keselamatan Yang Utama
Menstabilkan Gula Darah dan Mendukung Kesehatan Mikrobioma Usus
Konsumsi serat bekerja memperlambat proses pencernaan serta penyerapan makanan. Mekanisme alami ini sanggup mencegah lonjakan maupun penurunan kadar gula darah yang drastis, sehingga stabilitas glukosa tetap terjaga dengan baik. Sejumlah riset juga membuktikan bahwa serat mampu meningkatkan sensitivitas insulin.
Menurut ahli gizi Sarah Gold Anzlovar M.S. RDN LDN, peran serat sangat relevan bagi kaum wanita. Pasalnya, wanita lebih sering mengalami perubahan regulasi gula darah akibat fluktuasi hormonal. Seperti saat siklus menstruasi, masa kehamilan, hingga fase menopause.
Sedangkan serat larut air secara khusus terbukti efektif menjaga gula darah. Ketika masuk ke sistem pencernaan, serat larut akan membentuk zat kental seperti gel yang membutuhkan waktu ekstra untuk terserap, sehingga laju masuknya glukosa ke aliran darah menjadi lebih lambat.
Selain itu, fungsi serat tidak sekadar melancarkan buang air besar. Jenis serat tertentu, yaitu prebiotik, berperan penting sebagai sumber makanan utama bagi mikroorganisme atau bakteri baik di dalam usus. Bakteri menguntungkan tersebut akan berkembang biak secara optimal saat tubuh menerima pasokan serat yang cukup, sekaligus menekan pertumbuhan bakteri yang kurang sehat.
"Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobioma usus dapat mempengaruhi segala hal. Itu mulai dari kesehatan kulit dan suasana hati hingga peradangan dan kesehatan metabolisme," ujar Anzlovar.
Selain menyehatkan usus, asupan serat yang tinggi berbanding lurus dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Kasus kanker usus besar ini terus meningkat pada kelompok dewasa di bawah usia 50 tahun dalam beberapa tahun terakhir, di mana hampir 50 persen kasus baru menyerang wanita.
Sebuah studi observasional jangka panjang mengungkapkan fakta bahwa setiap penambahan 10 gram serat per hari berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal hingga hampir 13 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
